Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Desa Bakal Jadi Pusat Pembangunan Jabar?

Oleh: Solihin

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Tahun 2013, program pembangunan Pemprov Jabar, akan terpusat di pedesaan. Hal itu dilakukan demi terwujudnya desa, sebagai pusat pertumbuhan perekonomian guna pemerataan pembangunan di Jabar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Deny Juanda (Foto: web)

Kepala Bappeda Jabar, Deny Juanda
(Foto: web)

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Deny Juanda menuturkan bahwa arah kebijakan pembangunan terpusat di wilayah pedesaan. Kebijakan tersebut digulirkan guna mendorong percepatan pemerataan pembangunan di Jabar.

Menurutnya, ada tiga hal pokok perlu dilakukan, guna terwujud desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan gotong royong, seperti meningkatkan kapasitas pengelolaan desa, pembangunan insfrastruktur pemerintah desa, dan pembangunan insfrastruktur dasar desa. Tentunya, penentuan konsep tersebut sudah melalui survei pembuatan cluster berdasarkan karakteristik masing-masing desa.

“Bahkan kami telah mengidentifikasi 5316 desa di Jabar terkait potensi yang dimiliki masing-masing desa. Hasil identifikasi itu nanti menjadi acuan percepatan pembangunan desa,” kata Deni melalui sambungan telepon, Rabu(13/3).

Adapun potensi yang dimiliki masing-masing desa di Jabar, yakni potensi kapasitas pengelolaan desa, insfrastruktur pemerintah desa, dan insfrastruktur dasar desa yang berbeda-beda. Kendati begitu, umumnya desa membutuhkan pembangunan infrastruktur dasar sepertihalnya jalan, jembatan dan irigasi.

Tidak hanya itu, mekanisme pembangunan desa pun akan diubah. Tahun ini masyarakat desa akan menjadi subjek dari pembangunan di wilayahnya masing-masing. Kemudian seluruh perencanaan hingga realisasi pembangunan, akan dipercayakan kepada masyarakat desa.

“Istilahnya pun tidak lagi membangun desa, tapi desa membangun. Kalau pembangunan desa dikendalikan pemerintah, maka yang terjadi adalah sikap apatisme dari warga desa,” jelasnya. (**)