Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

‘Iket Sunda Harus Jadi Gaya Hidup Sehari-hari’

Oleh:Pepi Irwan Setiawan

CIAMIS,FOKUSjabar.com:Budayawan Sunda asal Galuh Ciamis Aip Saripudin mengajak seluruh warga masyarakat, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa untuk turut menjaga dan memilihara budaya tanah leluhur dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus bangga dengan budaya kita, jadikan budaya sendiri sebagai gaya hidup kita dalam sehari-hari dan tidak usah malu dengan budaya sendiri misalnya mengenakan iket Sunda,”kata Aip Saripudin, Kamis (7/3) saat berkunjug ke kantor PWI Perwakilan Ciamis.

Aip Saripudin menuturkan,saat ini sejumlah budayawan Ciamis khususnya dan umumnya budayawan Sunda di Jabar tengah menghidupkan kembali tradisi menggunakan totopong (iket kepala sunda). Karena itu, besar harapan mahasiswa dan pelajar serta masyarakat tatar Galuh Ciamis dapat mendukung hal itu.

“Tradisi budaya dan kecintaan generasi muda terhadap budayanya harus terus dikembangkan.Kita bangsa yang kaya akan budaya,mari kita bersama-sama menjaga budaya bangsa agar tetap terjaga hingga generasi berikutnya,” ajak Aip Saripudin.

Dijelaskan Aip Saripudin, iket merupakan tradisi dan ciri orang Sunda dimana menggunakan iket merupakan kehormatan bagi orang Sunda.Iket dalam budaya sunda memiliki filosofi dan secara tersurat bermakna produk yang diciptakan dan dipakai leluhur Bangsa Sunda sebagai ciri khas budayanya.

“Secara tersirat,iket menjadi suatu simbol dari karakter,filosofi dan estetika si pemakainya,sementara fungsi dasarnya untuk merapihkan rambut,melindungi kepala dari cuaca panas,hujan dan lingkungan,membawa barang dan pelindung badan iket bisa juga dikatakan sebagai mahkota dan mencerminkan si pemakai tidak sombong”ungkap Aip Saripudin. (MSU)