Rakyat Oh Rakyat - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Selasa, 24 Mei 2016
Search

Rakyat Oh Rakyat

Oleh: Solihin

 

timMinggu 24 Februari akan menjadi momen menentukan bagi Jawa Barat lima tahun ke depan. Begitupun dengan nasib lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, seperti Dikdik Mulyana Arief  Mansyur-Cecep NS Toyib, Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim, Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki akan ditentukan sekitar 32 juta lebih calon pemilih Jabar.

Pasangan mana yang terpilih nanti, itu adalah pasangan terbaik pilihan rakyat Jabar, atau bahkan terpaksa dipilih karena sama sekali tidak mengenal kelimanya. Yang jelas, seluruh pasangan calon harus puas dengan apa yang menjadi pilihan rakyat Jabar, terlebih seluruh pasangan sudah berupaya memberikan yang terbaik.

Lima pasangan calon bahkan harus bersikap ksatria, ketika 32 juta lebih pemilih Jabar tidak tertarik dengan visi-misi dan program kerja yang ditawarkan semasa kampanye 7 hingga 20 Februari lalu.

Apapun itu, dalam setiap ‘pertarungan’ harus siap terpilih dan siap untuk tidak terpilih.

Pertarungan belum selesai, namun sejumlah lembaga yang mengaku ahli survei bermunculan dan memprediksi raihan seluruh calon di Jabar. Baik secara popularitas, elektabilitas atau apalah namanya.

Dari mulai lembaga survei yang memprediksi Pilgub berlangsung dua putaran, satu putaran bahkan langsung menyebut siapa pemenangnya seolah asik dengan dunianya sendiri meneliti dan menanyakan pendapat masyarakat tentang calon pemimpinnya.

Tapi apakah rakyat mengerti dengan apa yang mereka tanyakan, dan apa yang didapat rakyat dari pertanyaan yang dilontarkan? Entahlah. Yang pasti hanya lembaga itu yang mendapat keuntungan, publikasi media massa serta pengakuan dari khalayak atas kinerjanya. Lalu rakyat yang menjadi objeknya dapat apa?.

Jangan bilang itu tak adil, karena begitulah seharusnya. Yang lebih pintar akan menguasai wilayah ‘jajahan’ sebaliknya yang tak bisa memanfaatkan momen, akan selalu ‘dikadalin’.

Yang pasti Pilgub 2013 belum berakhir. Masih ada proses lainnya yang menuntut rakyat  harus mengikuti nya. Namun sebetulnya rakyat tidak mengerti bahkan mereka mungkin tidak mengenal siapa yang akan dipilihnya, apalagi mereka hanya muncul menjelang Pilgub saja.

Bahkan rakyat hanya tahu mereka datang berorasi di panggung dan tak tahu apa yang calon itu orasikan serta untuk siapa orasi itu ditujukan. Apalagi para calon hanya menebar janji yang belum jelas bisa di realisasikan atau tidak, benar atau tidak, dan masih banyak lagi pertanyaan terkait janji-janji politik itu.

Sudahlah, nasi sudah jadi bubur dan mau tidak mau harus memilih mereka calon pemimpin Jabar, yang ditetapkan KPU Jabar. Yang kenal mereka mungkin hanya tim sukses, relawan, partai, keluarga calon, KPU Jabar serta wartawan yang tak jarang menjadi bulan-bulanan mereka yang tidak tahu aturan dan seenaknya memperlakukan wartawan, yang justru membantunya memperkenalkan kepada calon pemilihnya. Aneh! (**)

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

ilustrasi

Laporkan Jika Pemakai Baju TBC Mengaku-ngaku Polisi Tanpa Identitas Jelas

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Masyarakat diimbau jangan segan melaporkan jika kedapatan seseorang yang mengenakan kaus berkerah biru dongker bertuliskan Turn Back Crime...

Selengkapnya
ilustrasi

Kinerja DPRD Cimahi Belum Efektif

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Kinerja DPRD Kota Cimahi menjadi sorotan sejumlah pihak. Mereka menilai bahwa produktivitas wakil rakyat Cimahi ini tak sebanding dengan...

Selengkapnya
ilustrasi (Foto: Gatot)

Indramayu Paling Sering Tangani Lakalantas saat Operasi Patuh Lodaya

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Wilayah hukum Polres Indramayu dianggap paling sering menangani kasus kecelakaan lalulintas dalam Operasi Patuh Lodaya 2016. Kepala Bidang...

Selengkapnya
operasi lodaya

Operasi Patuh Lodaya 2016, Polisi Keluarkan 44.675 Surat Tilang

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Selama Operasi Patuh Lodaya 2016 berlangsung (9-21 Mei) sebanyak 44.675 surat tilang dikeluarkan polisi. Jumlah tersebut meningkat dari tahun...

Selengkapnya
isis ceng

Jelang Ramadan ISIS Umumkan Rencana Serangan ke Eropa

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali mengancam dunia dengan mempublish sebuah audio mengenai rencana serangan ke Eropa dan...

Selengkapnya
IMG_20160523_115618

Bupati Garut: Keinginan P3L Tidak Rasional

GARUT, FOKUSJabar.com: Berangkatnya Bupati Garut, Rudy Gunawan dan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ke Istana Negara untuk menyelesaikan sengketa...

Selengkapnya
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Foto: web)

Program Nawacita dan Pembaruan Kebijakan Ekonomi Berdampak Signifikan di Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, spirit Nawacita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan dampak signifikan terhadap...

Selengkapnya
Foto: Biro Pers Kepresidenan

Jokowi Ingatkan Generasi Muda yang Ingin Berwirausaha

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengingatkan generasi muda yang berencana menekuni sektor wirausaha agar tidak berkutat dalam ambisi...

Selengkapnya
foto by Riza

Nanang Permana Resmi Menjadi Ketua DPRD Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Setelah hampir delapan bulan, kursi Ketua DPRD mengalami kekosongan sepeninggal H Asep Roni. Hari ini Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi...

Selengkapnya
Ilustrasi (web)

Diimingi Recehan, Tiga Anak di Bogor Dicabuli

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pelecehan seksual terhadap anak kembali terjadi di Bogor. Ketiga anak di bawah umur itu, yakni : Mawar (7), Matahari (6) dan Bunga (6). Pelaku...

Selengkapnya