Rakyat Oh Rakyat - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Selasa, 21 Februari 2017
Search

Rakyat Oh Rakyat




Oleh: Solihin

 

timMinggu 24 Februari akan menjadi momen menentukan bagi Jawa Barat lima tahun ke depan. Begitupun dengan nasib lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, seperti Dikdik Mulyana Arief  Mansyur-Cecep NS Toyib, Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim, Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki akan ditentukan sekitar 32 juta lebih calon pemilih Jabar.

Pasangan mana yang terpilih nanti, itu adalah pasangan terbaik pilihan rakyat Jabar, atau bahkan terpaksa dipilih karena sama sekali tidak mengenal kelimanya. Yang jelas, seluruh pasangan calon harus puas dengan apa yang menjadi pilihan rakyat Jabar, terlebih seluruh pasangan sudah berupaya memberikan yang terbaik.

Lima pasangan calon bahkan harus bersikap ksatria, ketika 32 juta lebih pemilih Jabar tidak tertarik dengan visi-misi dan program kerja yang ditawarkan semasa kampanye 7 hingga 20 Februari lalu.

Apapun itu, dalam setiap ‘pertarungan’ harus siap terpilih dan siap untuk tidak terpilih.

Pertarungan belum selesai, namun sejumlah lembaga yang mengaku ahli survei bermunculan dan memprediksi raihan seluruh calon di Jabar. Baik secara popularitas, elektabilitas atau apalah namanya.

Dari mulai lembaga survei yang memprediksi Pilgub berlangsung dua putaran, satu putaran bahkan langsung menyebut siapa pemenangnya seolah asik dengan dunianya sendiri meneliti dan menanyakan pendapat masyarakat tentang calon pemimpinnya.

Tapi apakah rakyat mengerti dengan apa yang mereka tanyakan, dan apa yang didapat rakyat dari pertanyaan yang dilontarkan? Entahlah. Yang pasti hanya lembaga itu yang mendapat keuntungan, publikasi media massa serta pengakuan dari khalayak atas kinerjanya. Lalu rakyat yang menjadi objeknya dapat apa?.

Jangan bilang itu tak adil, karena begitulah seharusnya. Yang lebih pintar akan menguasai wilayah ‘jajahan’ sebaliknya yang tak bisa memanfaatkan momen, akan selalu ‘dikadalin’.

Yang pasti Pilgub 2013 belum berakhir. Masih ada proses lainnya yang menuntut rakyat  harus mengikuti nya. Namun sebetulnya rakyat tidak mengerti bahkan mereka mungkin tidak mengenal siapa yang akan dipilihnya, apalagi mereka hanya muncul menjelang Pilgub saja.

Bahkan rakyat hanya tahu mereka datang berorasi di panggung dan tak tahu apa yang calon itu orasikan serta untuk siapa orasi itu ditujukan. Apalagi para calon hanya menebar janji yang belum jelas bisa di realisasikan atau tidak, benar atau tidak, dan masih banyak lagi pertanyaan terkait janji-janji politik itu.

Sudahlah, nasi sudah jadi bubur dan mau tidak mau harus memilih mereka calon pemimpin Jabar, yang ditetapkan KPU Jabar. Yang kenal mereka mungkin hanya tim sukses, relawan, partai, keluarga calon, KPU Jabar serta wartawan yang tak jarang menjadi bulan-bulanan mereka yang tidak tahu aturan dan seenaknya memperlakukan wartawan, yang justru membantunya memperkenalkan kepada calon pemilihnya. Aneh! (**)







Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Walikota banjar

Ini Dia 6 Balon Walikota Banjar Penantang Petahana

Siapakah calon walikota Banjar yang akan bersaing dengan H Ade Uu Sukaesih pada Pilkada Koya Banjar 2018? Ada empat nama yang munculk nama yang siap bersaing melawan...

Selengkapnya

PDAM Tirta Intan Garut Ditinggalkan Dua Karyawan Terbaiknya

GARUT, FOKUSJabar.com : Selasa, 21 Februari 2017, keluarga besar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut ditinggalkan dua orang karyawan terbaiknya karena ...

Selengkapnya

Mobil Hantam Sepeda Motor di Jalan Sunda, Pemotor Tewas

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Media sosial heboh dengan munculnya video tabrakan antara sepeda motor dengan mobil di Kota Bandung. Dalam video berdurasi sekitar 1 menit yang...

Selengkapnya

Komite Hijau: Garut Daerah Terkotor se NKRI?

GARUT, FOKUSJabar.com : Jelang Hari Sampah Nasional (HSN) yang jatuh pada Selasa (21/2/2017) besok, tumpukan sampah di wilayah Kabupaten Garut masih nampak terlihat....

Selengkapnya

Kapolda Jabar Minta Masyarakat Tak Ikut Aksi 212 Besok, Diduga Bermuatan Politik

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jendral Anton Charliyan mengimbau warga Jabar untuk tidak mengikuti aksi damai 212 besok di Jakarta. Jendral...

Selengkapnya

Tolak Sertifikasi Ulama, FUI Geruduk DPRD Garut

GARUT, FOKUSJabar.com : Puluhan santri dan ulama yang tergabung dalam Forum Umat Islam Garut (FUI), Senin (20/2/2017) menggeruduk Gedung DPRD Garut, mereka meminta agar...

Selengkapnya

Deklarasi #BDGHantamHoax Jangan Hanya Seremonial Belaka‎

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengapresiasi deklarasi #BDGHantamHoax yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di Alun-alun Bandung,...

Selengkapnya

Ajukan Saksi Pro Rizieq, Polda Jabar Berikan Waktu Hingga Kamis

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Penyidik Polda Jabar meminta Rizieq Shihab dan Tim Kuasa Hukumnya segera mengajukan nama saksi ahli yang meringankan. Pengajuan saksi ahli itu...

Selengkapnya

Penyebab Amblas Akses Kuningan-Majalengka

CIREBON, FOKUSJabar.com: Terputusnya akses utama Jalan Nasional di Kabupaten Kuningan di Dusun Kliwon Desa Kawah, Kecamatan Darma membuat warga harus mencari jalan...

Selengkapnya

Keponakan Bupati Cirebon Kena OTT

CIREBON, FOKUSJabar.com: Belum lama ini jajaran Polres Cirebon dan tim Saber Pungli melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada empat pegawai Dinas Kependudukan dan...

Selengkapnya