Rakyat Oh Rakyat - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Rabu, 28 September 2016
Search

Rakyat Oh Rakyat

Oleh: Solihin

 

timMinggu 24 Februari akan menjadi momen menentukan bagi Jawa Barat lima tahun ke depan. Begitupun dengan nasib lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, seperti Dikdik Mulyana Arief  Mansyur-Cecep NS Toyib, Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim, Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki akan ditentukan sekitar 32 juta lebih calon pemilih Jabar.

Pasangan mana yang terpilih nanti, itu adalah pasangan terbaik pilihan rakyat Jabar, atau bahkan terpaksa dipilih karena sama sekali tidak mengenal kelimanya. Yang jelas, seluruh pasangan calon harus puas dengan apa yang menjadi pilihan rakyat Jabar, terlebih seluruh pasangan sudah berupaya memberikan yang terbaik.

Lima pasangan calon bahkan harus bersikap ksatria, ketika 32 juta lebih pemilih Jabar tidak tertarik dengan visi-misi dan program kerja yang ditawarkan semasa kampanye 7 hingga 20 Februari lalu.

Apapun itu, dalam setiap ‘pertarungan’ harus siap terpilih dan siap untuk tidak terpilih.

Pertarungan belum selesai, namun sejumlah lembaga yang mengaku ahli survei bermunculan dan memprediksi raihan seluruh calon di Jabar. Baik secara popularitas, elektabilitas atau apalah namanya.

Dari mulai lembaga survei yang memprediksi Pilgub berlangsung dua putaran, satu putaran bahkan langsung menyebut siapa pemenangnya seolah asik dengan dunianya sendiri meneliti dan menanyakan pendapat masyarakat tentang calon pemimpinnya.

Tapi apakah rakyat mengerti dengan apa yang mereka tanyakan, dan apa yang didapat rakyat dari pertanyaan yang dilontarkan? Entahlah. Yang pasti hanya lembaga itu yang mendapat keuntungan, publikasi media massa serta pengakuan dari khalayak atas kinerjanya. Lalu rakyat yang menjadi objeknya dapat apa?.

Jangan bilang itu tak adil, karena begitulah seharusnya. Yang lebih pintar akan menguasai wilayah ‘jajahan’ sebaliknya yang tak bisa memanfaatkan momen, akan selalu ‘dikadalin’.

Yang pasti Pilgub 2013 belum berakhir. Masih ada proses lainnya yang menuntut rakyat  harus mengikuti nya. Namun sebetulnya rakyat tidak mengerti bahkan mereka mungkin tidak mengenal siapa yang akan dipilihnya, apalagi mereka hanya muncul menjelang Pilgub saja.

Bahkan rakyat hanya tahu mereka datang berorasi di panggung dan tak tahu apa yang calon itu orasikan serta untuk siapa orasi itu ditujukan. Apalagi para calon hanya menebar janji yang belum jelas bisa di realisasikan atau tidak, benar atau tidak, dan masih banyak lagi pertanyaan terkait janji-janji politik itu.

Sudahlah, nasi sudah jadi bubur dan mau tidak mau harus memilih mereka calon pemimpin Jabar, yang ditetapkan KPU Jabar. Yang kenal mereka mungkin hanya tim sukses, relawan, partai, keluarga calon, KPU Jabar serta wartawan yang tak jarang menjadi bulan-bulanan mereka yang tidak tahu aturan dan seenaknya memperlakukan wartawan, yang justru membantunya memperkenalkan kepada calon pemilihnya. Aneh! (**)

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

img-20160928-wa0001

Ketua Umum Bhayangkari Berikan Bantuan Perlengkapan Sekolah

GARUT, FOKUSJabar.com : Ketua Umum Bhayangkari, Tri Suswati Karnavian meninjau langsung lokasi banjir bandang Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Lapang Paris, Kecamatan...

Selengkapnya
Kepala BPLHD Jabar Anang Sudarna (foto: WEB)

BPLHD Bakal Evaluasi Penanganan Kasus Lingkungan Garut

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat mengevaluasi penanganan kasus lingkungan di kawasan DAS Cimanuk...

Selengkapnya
google

Selamat Ulang Tahun ke-18 Google !

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Buat kamu yang setiap hari membuka situs Google untuk mencari informasi, pastinya kamu tahu dong bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Google !...

Selengkapnya
Ketua PIA Demokrat saat mengunjungi korban banjir di Korem 062 Tarumanegara (Foto. Bambang F)

PIA Fraksi Demokrat Kunjungi Korban Banjir Bandang Garut

GARUT, FOKUSJabar.com : Persaudaraan Istri Anggota (PIA) Fraksi Demokrat DPR RI, Senin (26/9/2016) mengunjungi korban banjir bandang Garut. Bencana alam tersebut...

Selengkapnya
sidang

Pengeroyok Anggota Kopasus Pratu Galang Terancam 12 Tahun Penjara

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pelaku pengeroyokan hingga penusukan anggota Kopassus Pratu Galang, Marsel Gerald Akbar didakwa 12 tahun penjara sebagaimana diatur dalam pasal...

Selengkapnya
Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi saat diwawancarai (Foto: Panji)

Terima Mobil Dinas, Dedi Mulyadi Ancam PAW Anggota F-Golkar DPRD Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengancam menindak tegas anggota DPRD Jabar asal Golkar yang mengambil jatah mobil dinas Innova....

Selengkapnya
panti-pijat-ilustrasi-_131212143716-344

Buka Praktik Asusila, Pemkot Bandung Akan Cabut Izin Tempat Spa dan Pijat

  BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pemerintah Kota Bandung akan memanggil pemilik usaha spa dan pijat yang diduga membuka praktik asusila. Spa dan pijat itu ketahuan...

Selengkapnya
Secara simbolis Kaskostrad memberikan bantuan kepada Bupati Garut (Foto. Bambang F)

Korban Banjir Bandang Garut Terima Bantuan Logistik dari Kaskostrad

GARUT, FOKUSJabar.com : Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad), Mayjen TNI, Cucu Soemantri, Minggu (25/9/2016) pagi tiba di Kabupaten Garut....

Selengkapnya
korban-banjir-garut-nenek-dan-cucu-bayinya-tinggal-di-bawah-terpal (foto: Deni R)

Rumah Dilahap Air Cimanuk, Nenek dan Bayi Ini Tinggal di bawah Terpal

GARUT, FOKUSJabar.com: Empat hari pascabanjir yang meluluh lantakan sebagian Kota Garut menyisakan penderitaan bagi para pengungsi. Sebagian dari mereka bahkan belum...

Selengkapnya
Penumpukan kendaraan di Jalan Perintis Kemerdekaan (Foto. Bambang F)

Pascabanjir Bandang, Garut Dikepung Macet

GARUT, FOKUSJabar.com : Kemacetan arus lalulintas terjadi disejumlah titik pintu masuk menuju jantung pusat Kabupaten Garut pascabanjir bandang, Selasa (20/9/2016) lalu....

Selengkapnya