Stenografi, Tulisan Antik yang Identik dengan Jurnalistik (Bagian I) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Rabu, 26 April 2017
Search

Stenografi, Tulisan Antik yang Identik dengan Jurnalistik (Bagian I)




Oleh Yoyo Dasriyo (Anggota PWI Garut, Wartawan senior film dan musik) *Dipersembahkan untuk Hari Pers Nasional 9 Februari

01a Yoyo DasriyoPernah kenal Stenografi? Dalam kekinian, bentuk tulisan itu terlanjur dianggap asing. Metoda tulisan ringkas dan cepat yang identik dengan pelaku jurnalistik itu, terkubur dari kancah kewartawanan.

Tragis, wartawan pengguna Stenografi di Jawa Barat pun, terkabar hanya tinggal dua orang. Di Garut dan di Bogor. Saat taperecorder kian kental dengan profesi wartawan, harga penguasaan huruf Stenografi pun jadi langka dan klasik!

Memang, sejak lama saya terbiasa menulis dengan Stenografi yang populer disebut Steno. Tahun 1981 aktor kondang merangkap sutradara film nasional (alm) Sophan Sophiaan, seketika melonjak kaget.

Siang itu, perbincangan di ruangan tamu PT “Garuda Film”, mendadak terhenti. “Giiila…! Anda masih bisa nulis steno..? Saya benar-benar ngiri. Saya jadi ingat waktu sekolah. Dulu ingin sekali bisa nulis pake steno, tapi ‘nggak pernah bisa….! Benar, saya ‘nggak bisa-bisa..” ungkap sang aktor sambil berdecak kagum.

Di luar dugaan, Steno yang saya gunakan saat mencatat wawancara ke dalam notes, membikin Sophan Sophiaan terpana. Pada perjumpaan di Den Pasar, Bali, Sandra Reemers pun tersentak. Penyanyi internasional yang melegenda dengan lagu “Story Book Children” itu, ternganga dan bergeleng kepala.




Artis yang semula mengira saya menulis dengan huruf Arab itu, lalu mengaku baru pertamakali diwawancarai wartawan menggunakan tulisan Steno.

Stenografi dikenal sebagai tulisan ringkas dan cepat. Tetapi sebenarnya, cepat bukan karena kecepatan gerakan menulis. Justru, karena bentuk hurufnya yang praktis. Tidak harus menuturi rangkaian seperti huruf biasa.

Dikuatkan lagi dengan ketentuan ringkasan yang diberlakukan. Sebagai contoh penulisan kata “saya”, dalam Steno.cukup dengan satu huruf saja (s). “Sendiri” ditulis tiga huruf (iri), kata “yang” jadi “y”, atau “dengan” (d), kata “dan” cuma “n”.

Metoda itu lebih praktis dan lebih cepat sekian detik dari huruf biasa. Jika sudah membentuk suku kata atau kalimat, orang menganggap aksara Sunda atau Jawa. Tak jarang pula, dinilai sebagai mirip tulisan dokter !

Penyanyi “Story Book Children” Sandra Reemer pun melonjak. Bahkan sempat terbengong, saat Yoyo Dasriyo mewawancarainya di Den Pasar, Bali (1981), dengan menggunakan Stenografi. (Foto: alm. Denny Sabri)

Penyanyi “Story Book Children” Sandra Reemer pun melonjak. Bahkan sempat terbengong, saat Yoyo Dasriyo mewawancarainya di Den Pasar, Bali (1981), dengan menggunakan Stenografi. (Foto: alm. Denny Sabri)

 

 

Namun Stenografi memiliki karakteristik bentuk huruf spesifik. Saya kenali dan pelajari Stenografi versi J Paat di sekolah kejuruan ekonomi Garut (1968). Steno lainnya versi Karundeng. Di masa sekolah pun, Steno bukan mata pelajaran yang banyak diminati.

Bahkan, terkesan sebagai mata pelajaran yang kurang bersahabat. Salah satu pembelajarannya adalah “Pak Guru” membacakan surat transaksi barang, yang harus disalin seutuhnya dengan huruf Steno.

Tetapi penulisan Steno mesti lebih cepat selesai, sebelum guru tuntas mendiktekan teks suratnya. Penguasaan tulisan cepat itu, sejak lama difokuskan untuk pembekalan siswa berprofesi sekretaris di perkantoran, atau jika kelak menjadi wartawan.

Dengan Steno, seorang sekretaris bisa menangkap cepat, tugas yang harus dicatat dari pimpinannya. Profesi wartawan pun membutuhkan kecepatan menulis di lapangan, saat mewawancarai narasumbernya.

Bagi saya, Steno memahatkan kenangan unik! Pasalnya, Bpk Drs Endang Saefudin – guru Steno di sekolah, selalu menjuluki saya sebagai wartawan… Itu terjadi setiap saya ditugaskan menulis steno di papan tulis, karena dinilai unggul ber-Steno…! (Bersambung)




One thought on “Stenografi, Tulisan Antik yang Identik dengan Jurnalistik (Bagian I)

  1. Ghany Berkata

    Sebagai jurnalis sepertinya saya membutuhkan keterampilan menulis stenografi. Untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu recorder tidak berfungsi karena batere habis atau lainnya. Terima kasih atas postingnya.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Polisi Buru Penghubung PJTKI Ilegal Purwakarta Hingga ke Malaysia

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Saat ini Tim Ditreskrimum Polda Jabar, tengah memburu satu orang penghubung yang bekerja di PJTKI Ilegal asal Purwakarta. “Setelah...

Selengkapnya

Tiga Remaja Tewas Akibat Kebakaran di Pasir Jambu Kabupaten Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tiga orang remaja dinyatakn tewas akibat terjebak di dalam rumah saat terjadi kebakaran di Kampung Bojong Resmi, Desa Cukang Genteng, Kecamatan...

Selengkapnya
Anies : Pilkada Bukan Soal Nomor Urut

Berikut Beberapa Aturan Ahok yang Akan Dicabut Anies-Sandi

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Seperti diketahui paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Selangkah lagi Anies-Sandi akan memimpin Jakarta...

Selengkapnya

Rumah Janda Tua di Pakenjeng Ambruk Akibat Gempa

GARUT, FOKUSJabar.com : Satu unit rumah di Kampung Tangsi, RW07, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, bagian atapnya roboh akibat gempa bumi berkekuatan...

Selengkapnya

Ahmad Bajuri Sang Inisiator Konvensi Pilkada 2018

GARUT, FOKUSJabar.com : Konvensi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digagas Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Kabupaten Garut mendapat respon positif...

Selengkapnya

Pergoki Maling, Nenek Ini Dibacok

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Nenek berusia 70 tahun asal Dusun Ciroyom, Desa Mandalare, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis dilarikan ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya. Korban...

Selengkapnya

Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Puncak

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Tiga orang menjadi korban tewas kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak, tepatnya di turunan Selarong, Sabtu (22/4/2017). Seperti yang...

Selengkapnya

Sosok RA Kartini Menginspirasi Perjalanan Hidup Hj Irma Bastaman

BANJAR, FOKUSJabar.com: Sosok Kartini bagi Dr Hj Irma Bastaman Harris MM, Plt Ketua DPC Partai Demokrat Ciamis adalah motivator para wantia Indonesia untuk terus...

Selengkapnya

Ahli Nujum: Perang Dunia III akan Pecah 13 Mei 2017

AMERIKA SERIKAT, FOKUSJabar.com : Clairvoyant Horacio Villegas, seorang pria yang mengaku ahli supranatural, pada 2015 meramalkan Donald Trump akan jadi Presiden AS dan...

Selengkapnya

Pemkot Surabaya Maju Lantaran Sistem Pajak Online

SURABAYA, FOKUSJabar.com : Hari ini Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Garut, Jawa Barat melakukan study banding ke DPRD Kota...

Selengkapnya