Stenografi, Tulisan Antik yang Identik dengan Jurnalistik (Bagian I) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Rabu, 28 September 2016
Search

Stenografi, Tulisan Antik yang Identik dengan Jurnalistik (Bagian I)

Oleh Yoyo Dasriyo (Anggota PWI Garut, Wartawan senior film dan musik) *Dipersembahkan untuk Hari Pers Nasional 9 Februari

01a Yoyo DasriyoPernah kenal Stenografi? Dalam kekinian, bentuk tulisan itu terlanjur dianggap asing. Metoda tulisan ringkas dan cepat yang identik dengan pelaku jurnalistik itu, terkubur dari kancah kewartawanan.

Tragis, wartawan pengguna Stenografi di Jawa Barat pun, terkabar hanya tinggal dua orang. Di Garut dan di Bogor. Saat taperecorder kian kental dengan profesi wartawan, harga penguasaan huruf Stenografi pun jadi langka dan klasik!

Memang, sejak lama saya terbiasa menulis dengan Stenografi yang populer disebut Steno. Tahun 1981 aktor kondang merangkap sutradara film nasional (alm) Sophan Sophiaan, seketika melonjak kaget.

Siang itu, perbincangan di ruangan tamu PT “Garuda Film”, mendadak terhenti. “Giiila…! Anda masih bisa nulis steno..? Saya benar-benar ngiri. Saya jadi ingat waktu sekolah. Dulu ingin sekali bisa nulis pake steno, tapi ‘nggak pernah bisa….! Benar, saya ‘nggak bisa-bisa..” ungkap sang aktor sambil berdecak kagum.

Di luar dugaan, Steno yang saya gunakan saat mencatat wawancara ke dalam notes, membikin Sophan Sophiaan terpana. Pada perjumpaan di Den Pasar, Bali, Sandra Reemers pun tersentak. Penyanyi internasional yang melegenda dengan lagu “Story Book Children” itu, ternganga dan bergeleng kepala.

Artis yang semula mengira saya menulis dengan huruf Arab itu, lalu mengaku baru pertamakali diwawancarai wartawan menggunakan tulisan Steno.

Stenografi dikenal sebagai tulisan ringkas dan cepat. Tetapi sebenarnya, cepat bukan karena kecepatan gerakan menulis. Justru, karena bentuk hurufnya yang praktis. Tidak harus menuturi rangkaian seperti huruf biasa.

Dikuatkan lagi dengan ketentuan ringkasan yang diberlakukan. Sebagai contoh penulisan kata “saya”, dalam Steno.cukup dengan satu huruf saja (s). “Sendiri” ditulis tiga huruf (iri), kata “yang” jadi “y”, atau “dengan” (d), kata “dan” cuma “n”.

Metoda itu lebih praktis dan lebih cepat sekian detik dari huruf biasa. Jika sudah membentuk suku kata atau kalimat, orang menganggap aksara Sunda atau Jawa. Tak jarang pula, dinilai sebagai mirip tulisan dokter !

Penyanyi “Story Book Children” Sandra Reemer pun melonjak. Bahkan sempat terbengong, saat Yoyo Dasriyo mewawancarainya di Den Pasar, Bali (1981), dengan menggunakan Stenografi. (Foto: alm. Denny Sabri)

Penyanyi “Story Book Children” Sandra Reemer pun melonjak. Bahkan sempat terbengong, saat Yoyo Dasriyo mewawancarainya di Den Pasar, Bali (1981), dengan menggunakan Stenografi. (Foto: alm. Denny Sabri)

 

 

Namun Stenografi memiliki karakteristik bentuk huruf spesifik. Saya kenali dan pelajari Stenografi versi J Paat di sekolah kejuruan ekonomi Garut (1968). Steno lainnya versi Karundeng. Di masa sekolah pun, Steno bukan mata pelajaran yang banyak diminati.

Bahkan, terkesan sebagai mata pelajaran yang kurang bersahabat. Salah satu pembelajarannya adalah “Pak Guru” membacakan surat transaksi barang, yang harus disalin seutuhnya dengan huruf Steno.

Tetapi penulisan Steno mesti lebih cepat selesai, sebelum guru tuntas mendiktekan teks suratnya. Penguasaan tulisan cepat itu, sejak lama difokuskan untuk pembekalan siswa berprofesi sekretaris di perkantoran, atau jika kelak menjadi wartawan.

Dengan Steno, seorang sekretaris bisa menangkap cepat, tugas yang harus dicatat dari pimpinannya. Profesi wartawan pun membutuhkan kecepatan menulis di lapangan, saat mewawancarai narasumbernya.

Bagi saya, Steno memahatkan kenangan unik! Pasalnya, Bpk Drs Endang Saefudin – guru Steno di sekolah, selalu menjuluki saya sebagai wartawan… Itu terjadi setiap saya ditugaskan menulis steno di papan tulis, karena dinilai unggul ber-Steno…! (Bersambung)

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



One thought on “Stenografi, Tulisan Antik yang Identik dengan Jurnalistik (Bagian I)

  1. Ghany Berkata

    Sebagai jurnalis sepertinya saya membutuhkan keterampilan menulis stenografi. Untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu recorder tidak berfungsi karena batere habis atau lainnya. Terima kasih atas postingnya.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

img-20160928-wa0001

Ketua Umum Bhayangkari Berikan Bantuan Perlengkapan Sekolah

GARUT, FOKUSJabar.com : Ketua Umum Bhayangkari, Tri Suswati Karnavian meninjau langsung lokasi banjir bandang Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Lapang Paris, Kecamatan...

Selengkapnya
Kepala BPLHD Jabar Anang Sudarna (foto: WEB)

BPLHD Bakal Evaluasi Penanganan Kasus Lingkungan Garut

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat mengevaluasi penanganan kasus lingkungan di kawasan DAS Cimanuk...

Selengkapnya
google

Selamat Ulang Tahun ke-18 Google !

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Buat kamu yang setiap hari membuka situs Google untuk mencari informasi, pastinya kamu tahu dong bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Google !...

Selengkapnya
Ketua PIA Demokrat saat mengunjungi korban banjir di Korem 062 Tarumanegara (Foto. Bambang F)

PIA Fraksi Demokrat Kunjungi Korban Banjir Bandang Garut

GARUT, FOKUSJabar.com : Persaudaraan Istri Anggota (PIA) Fraksi Demokrat DPR RI, Senin (26/9/2016) mengunjungi korban banjir bandang Garut. Bencana alam tersebut...

Selengkapnya
sidang

Pengeroyok Anggota Kopasus Pratu Galang Terancam 12 Tahun Penjara

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pelaku pengeroyokan hingga penusukan anggota Kopassus Pratu Galang, Marsel Gerald Akbar didakwa 12 tahun penjara sebagaimana diatur dalam pasal...

Selengkapnya
Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi saat diwawancarai (Foto: Panji)

Terima Mobil Dinas, Dedi Mulyadi Ancam PAW Anggota F-Golkar DPRD Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengancam menindak tegas anggota DPRD Jabar asal Golkar yang mengambil jatah mobil dinas Innova....

Selengkapnya
panti-pijat-ilustrasi-_131212143716-344

Buka Praktik Asusila, Pemkot Bandung Akan Cabut Izin Tempat Spa dan Pijat

  BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pemerintah Kota Bandung akan memanggil pemilik usaha spa dan pijat yang diduga membuka praktik asusila. Spa dan pijat itu ketahuan...

Selengkapnya
Secara simbolis Kaskostrad memberikan bantuan kepada Bupati Garut (Foto. Bambang F)

Korban Banjir Bandang Garut Terima Bantuan Logistik dari Kaskostrad

GARUT, FOKUSJabar.com : Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad), Mayjen TNI, Cucu Soemantri, Minggu (25/9/2016) pagi tiba di Kabupaten Garut....

Selengkapnya
korban-banjir-garut-nenek-dan-cucu-bayinya-tinggal-di-bawah-terpal (foto: Deni R)

Rumah Dilahap Air Cimanuk, Nenek dan Bayi Ini Tinggal di bawah Terpal

GARUT, FOKUSJabar.com: Empat hari pascabanjir yang meluluh lantakan sebagian Kota Garut menyisakan penderitaan bagi para pengungsi. Sebagian dari mereka bahkan belum...

Selengkapnya
Penumpukan kendaraan di Jalan Perintis Kemerdekaan (Foto. Bambang F)

Pascabanjir Bandang, Garut Dikepung Macet

GARUT, FOKUSJabar.com : Kemacetan arus lalulintas terjadi disejumlah titik pintu masuk menuju jantung pusat Kabupaten Garut pascabanjir bandang, Selasa (20/9/2016) lalu....

Selengkapnya