Stenografi, Tulisan Antik yang Identik dengan Jurnalistik (Bagian I) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Rabu, 20 Juli 2016
Search

Stenografi, Tulisan Antik yang Identik dengan Jurnalistik (Bagian I)

Oleh Yoyo Dasriyo (Anggota PWI Garut, Wartawan senior film dan musik) *Dipersembahkan untuk Hari Pers Nasional 9 Februari

01a Yoyo DasriyoPernah kenal Stenografi? Dalam kekinian, bentuk tulisan itu terlanjur dianggap asing. Metoda tulisan ringkas dan cepat yang identik dengan pelaku jurnalistik itu, terkubur dari kancah kewartawanan.

Tragis, wartawan pengguna Stenografi di Jawa Barat pun, terkabar hanya tinggal dua orang. Di Garut dan di Bogor. Saat taperecorder kian kental dengan profesi wartawan, harga penguasaan huruf Stenografi pun jadi langka dan klasik!

Memang, sejak lama saya terbiasa menulis dengan Stenografi yang populer disebut Steno. Tahun 1981 aktor kondang merangkap sutradara film nasional (alm) Sophan Sophiaan, seketika melonjak kaget.

Siang itu, perbincangan di ruangan tamu PT “Garuda Film”, mendadak terhenti. “Giiila…! Anda masih bisa nulis steno..? Saya benar-benar ngiri. Saya jadi ingat waktu sekolah. Dulu ingin sekali bisa nulis pake steno, tapi ‘nggak pernah bisa….! Benar, saya ‘nggak bisa-bisa..” ungkap sang aktor sambil berdecak kagum.

Di luar dugaan, Steno yang saya gunakan saat mencatat wawancara ke dalam notes, membikin Sophan Sophiaan terpana. Pada perjumpaan di Den Pasar, Bali, Sandra Reemers pun tersentak. Penyanyi internasional yang melegenda dengan lagu “Story Book Children” itu, ternganga dan bergeleng kepala.

Artis yang semula mengira saya menulis dengan huruf Arab itu, lalu mengaku baru pertamakali diwawancarai wartawan menggunakan tulisan Steno.

Stenografi dikenal sebagai tulisan ringkas dan cepat. Tetapi sebenarnya, cepat bukan karena kecepatan gerakan menulis. Justru, karena bentuk hurufnya yang praktis. Tidak harus menuturi rangkaian seperti huruf biasa.

Dikuatkan lagi dengan ketentuan ringkasan yang diberlakukan. Sebagai contoh penulisan kata “saya”, dalam Steno.cukup dengan satu huruf saja (s). “Sendiri” ditulis tiga huruf (iri), kata “yang” jadi “y”, atau “dengan” (d), kata “dan” cuma “n”.

Metoda itu lebih praktis dan lebih cepat sekian detik dari huruf biasa. Jika sudah membentuk suku kata atau kalimat, orang menganggap aksara Sunda atau Jawa. Tak jarang pula, dinilai sebagai mirip tulisan dokter !

Penyanyi “Story Book Children” Sandra Reemer pun melonjak. Bahkan sempat terbengong, saat Yoyo Dasriyo mewawancarainya di Den Pasar, Bali (1981), dengan menggunakan Stenografi. (Foto: alm. Denny Sabri)

Penyanyi “Story Book Children” Sandra Reemer pun melonjak. Bahkan sempat terbengong, saat Yoyo Dasriyo mewawancarainya di Den Pasar, Bali (1981), dengan menggunakan Stenografi. (Foto: alm. Denny Sabri)

 

 

Namun Stenografi memiliki karakteristik bentuk huruf spesifik. Saya kenali dan pelajari Stenografi versi J Paat di sekolah kejuruan ekonomi Garut (1968). Steno lainnya versi Karundeng. Di masa sekolah pun, Steno bukan mata pelajaran yang banyak diminati.

Bahkan, terkesan sebagai mata pelajaran yang kurang bersahabat. Salah satu pembelajarannya adalah “Pak Guru” membacakan surat transaksi barang, yang harus disalin seutuhnya dengan huruf Steno.

Tetapi penulisan Steno mesti lebih cepat selesai, sebelum guru tuntas mendiktekan teks suratnya. Penguasaan tulisan cepat itu, sejak lama difokuskan untuk pembekalan siswa berprofesi sekretaris di perkantoran, atau jika kelak menjadi wartawan.

Dengan Steno, seorang sekretaris bisa menangkap cepat, tugas yang harus dicatat dari pimpinannya. Profesi wartawan pun membutuhkan kecepatan menulis di lapangan, saat mewawancarai narasumbernya.

Bagi saya, Steno memahatkan kenangan unik! Pasalnya, Bpk Drs Endang Saefudin – guru Steno di sekolah, selalu menjuluki saya sebagai wartawan… Itu terjadi setiap saya ditugaskan menulis steno di papan tulis, karena dinilai unggul ber-Steno…! (Bersambung)

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



One thought on “Stenografi, Tulisan Antik yang Identik dengan Jurnalistik (Bagian I)

  1. Ghany Berkata

    Sebagai jurnalis sepertinya saya membutuhkan keterampilan menulis stenografi. Untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu recorder tidak berfungsi karena batere habis atau lainnya. Terima kasih atas postingnya.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

TPA Sarimukti foto web

TPA Pindah ke Legok Nangka, Anggaran Naik 5 kali Lipat

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Pemerintah Kota Cimahi akan kesulitan membuang sampah jika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dipindahkan ke TPA Legok Nangka Kecamatan Nagreg...

Selengkapnya
Bangunan tempat membakar sampah tidak berfungsi

Target PAD Tercapai, Pasar Andir Bayongbong Belum Menerima Bantuan Penanggulangan Sampah

GARUT, FOKUSJabar.com: Selain faktor jumlah kendaraan pengangkut, jalanan macet pascalebaran juga bangunan tempat pembakaran sampah di lokasi Tempat Pembuangan Sementara...

Selengkapnya
Ilustrasi perpeloncoan (tempo)

Perpeloncoan Itu Bukan Diatur Tapi Dilarang

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Melalui Permendikbud Nomor 18 tahun 2016 yang melarang semua jenis perpeloncoan dalam kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa...

Selengkapnya
Foto by Gatot

Antisipasi Kebakaran Gunakan Damkar Roda Tiga

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Untuk mengantisipasi kebakaran di pemukiman warga, Pemerintah Kota Cimahi memberikan sebanyak 15 unit kendaraan roda tiga bagi Pemadam Kebakaran...

Selengkapnya
Anies Baswedan

Perpeloncoan Itu Warisan Zaman Kolonial, Tidak Terjadi di Negara Merdeka

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Anies Baswedan menyatakan, seluruh sekolah tingkat SMP maupun SMA dilaranng...

Selengkapnya
Komisi III DPRD Kota Banjar saat meninjau pembangunan revitalisasi Pasar Langensari Kota Banjar. (Foto: Boip)

Dewan Khawatir Proyek Rp14 Milyar Tidak Penuhi Target

BANJAR, FOKUSJabar.com : Komisi III DPRD Kota Banjar mengkhawatirkan proyek pembangunan revitalisasi Pasar Langensari senilai Rp14.165.600.000,- tidak akan selesai dalam...

Selengkapnya
pokemon (foto: WEB)

Waspadalah! Pokemon Alasan Oknum Mengorek Rahasia Kekuatan Bangsa

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Permainan Pokemon baru-baru ini cukup populer di kalangan masyarakat. Sekilas, permainan ini adalah salah satu bagian dari kemajuan tekhnologi....

Selengkapnya
Dewan Pakar PGRI Ciamis Wawan S Arifien (kiri), Kepala Dikbud Ciamis Toto Marwoto (kanan).

Wawan S Arifien; Evaluasi The Best Ten Peringkat UN SMP di Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dewan Pakar PGRI Ciamis, Wawan S Arifien turut mengomentari pernyataan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ciamis Toto Marwoto yang...

Selengkapnya
UN-SMPN-1-CIAMISSSS

Nilai Rata-rata UN Turun, Kadikbud Akan Evaluasi Program di SMPN 1 Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.com: Kepala Dikbud Ciamis Toto Marwoto membenarkan peringkat nilai rata-rata UN SMPN 1 Ciamis jatuh di peringkat ke 7 dari sebelumnya di peringkat...

Selengkapnya
Ketua Komisi IV DPRD Ciamis mengantarkan anaknya pada hari pertama masuk sekolah ke SMAN 1 Ciamis. Senin (18/07/2016). foto:Den

Nilai Rata-rata UN Anjlok, Lulusan SMPN 1 Ciamis Kurang Terserap di SMA Pavorit ?

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Hasil nilai rata-rata Ujian Nasional SMPN 1 Ciamis tahun 2016 mengalami penurunan peringkat di Kabupaten Ciamis. SMP pavorit yang selalu...

Selengkapnya