Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Gas Langka, Pangkalan dan Agen Gas di Sukabumi Meradang

Oleh Hanif Nasution

SUKABUMI,FOKUSJabar.com : Langkanya pasokan gas elpiji 3 kg di Kota Sukabumi, membuat geram para pemilik pangkalan dan agen elpiji. Mereka kesal, lantaran pasokan  yang diterimanya setiap hari dari SPBE (Sentral Pengisian Bahan bakar Elpiji) setempat dibatasi.

(Foto: Hanif Nasution)

(Foto: Hanif Nasution)

 

“Kami meminta pemerintah menormalkan kembali pasokan gas. Dengan adanya pengurangan jatah ke setiap agen hingga 10 persen membuat kami  rugi setiap hari,” keluh salah satu pemilik pangkalan elpiji di Jl. Cipejeuh Kecamatan Baros Kota Sukabumi  Dadan Badrultamah, Kamis siang (24/01).

Menurutnya, beberapa minggu terakhir ini, tabung melon itu sulit didapat. Selain adanya pembatasan kuota dari para agen, lambatnya pengiriman dari SPBE ke agen-agen, menambah langkanya gas bersubsidi pemerintah di Sukabumi.

“Alasan agen sih cuaca buruk yang menyebabkan banyak kapal tidak bisa merapat ke pelabuhan dan banjir di Jakarta ini yang menjadikan pengiriman elpiji terlambat,” katanya.

Biasanya, Dadan mendapat jadwal pengiriman setiap pagi hari. Kini, ia harus rela jadwal pengirimannya  molor menjadi siang hari.

Pedagang eceran yang biasa membeli elpiji darinya kini beralih ke pangkalan lain dan otomatis pemasukannya berkurang. Tak hanya itu,  Dadang yang biasa mendapat jatah dari agen 35 truk sekarang dikurangi menjadi 31 truk setiap pegiriman.

“Yah jelas rugi lah biaya operaional kita tetap, tapi penghasilan jadi sedikit berkurang,” terangnya.

Keluhan yang sama juga dilontarkan pemilik pangkalan gas lainnya di Jl. Baros Terminal jubleg Kota Sukabumi Ade Suryana.

“Sudah empat hari ini saya belum dapat kiriman gas dari agen di Pangleseran,”paparnya.

Berkurangnya tabung melon ini juga berdampak pada pengurangan omsetnya, Ade yang seharusnya bisa menjual 100 tabung gas dalam sehari, kini berkurang 50 %.  (NOER)