Cetarrr! Kue Balok Setengah Matang Ala Kang Didin di Pajajaran, Bandung (Bagian I) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Sabtu, 28 Mei 2016
Search

Cetarrr! Kue Balok Setengah Matang Ala Kang Didin di Pajajaran, Bandung (Bagian I)

Oleh: Muhammad Sufyan

BANDUNG, FOKUSJABAR.COM: Entah ‘ulah’ siapa yang menghadirkan kue balok –kadang disebut juga kue jibeuhh/hiji oge sebeuh— di Tatar Sunda ini, namun sejarah kali ini tak begitu penting.

Sebagian menyebutnya berasal dari Garut, tapi banyak juga yang bersikukuh asli dari Bandung. Namun otentikasi historis ini tak lagi relevan jika menyantap kue balok setengah mateng Kang Didin asal Pajajaran, Kota Bandung.

Sebelah kiri, kue balok setengah matang rasa keju dan kue balok matang coklat ditemani wedang ronde. (Foto: Muhammad Sufyan)

Sebelah kiri, kue balok setengah matang rasa keju dan kue balok matang coklat ditemani wedang jahe. (Foto: Muhammad Sufyan)

 

Berlokasi depan sebuah bengkel ban mobil dan persis depan Bimbingan Belajar SSC (atau sekira 2 km dari lampu Merah menuju Bandara Hussein Sastranegara), kue balok yang satu ini layak disebut sebagai jawara-nya di Kota Kembang.

Betapa tidak. Dengan ukuran sekitar 5cm x 2cm, balok ini memang lebih mungil dari biasanya. Namun, panggangan yang pas dipadu rasa yang tak begitu giung, malah bisa membuat orang doyan menyantap kue yang disebut-sebut ‘satu saja sudah kenyang’ ini.

Tak bikin eneg, tidak benar-benar membuat kenyang, karena kelezatannya cenderung bikin orang ingin makan lagi. Memang paling pas datang ke sini dengan perut sepenuhnya kosong, jadi si balok terigu satu ini jadi pengganti nasi. Toh sama-sama karbohidrat.

Kios yang sudah berdiri sejak tahun 1967 ini memang memperlihatkan jam terbang mereka dalam membuat kue balok. Takaran api yang pas menjadi kunci mengapa rekahan terigu kue balok satu ini demikian menggiurkan liur.

Rekahan tersebut kemudian dibalur  cairan kombinasi keju, susu cair manis, dan (mungkin) sedikit adonan kue di atasnya. Walhasil, kue balok setengah matang di sini, menurut penulis, lebih direkomendasikan daripada yang sudah matang betul.

Begitu disantap, sensasi cairan memenuhi mulut dicampur “daging” kue-nya itu sendiri. Ini membuat tenggorokan tak langsung penuh dan menghantarkan efek kenyang ke otak, seperti ketika kita makan kue balok matang pada umumnya.

Si setengah matang ini juga terasa jadi lebih lembek disantap. Ya, semacam kalau kita makan nasi ditemani semangkuk kuah sup. Inilah yang membuat geraham kita tak perlu ekstra kerja selayaknya kita makan kue balok konvensional.

Parade kua balok Kang Didin di Jalan Abdurahman Saleh/Pajajaran Kota Bandung. (Foto: Muhammad Sufyan)

Parade kue balok Kang Didin di Jalan Abdurahman Saleh/Pajajaran Kota Bandung. (Foto: Muhammad Sufyan)

 

Memang semua akan bergantung selera. Namun pengalaman menyantap kue balok di berbagai kota di Jabar membuat pengalaman bersantap yang setengah matang di Kang Didin terasa lebih cetarr daripada  yang biasa.

Terlebih, ini juga menariknya, yang setengah matang ini dibanderol hanya Rp1.500 oleh Tomy Maulana (anak Kang Didin yang jadi penerus penjualan) sementara yang matang Rp2.500 per buah.

Variasi topping sendiri sudah mereka pikirkan. Jadi, baik versi setengah maupun matang, ada tawaran selain kue balok polos, juga ada rasa keju, coklat, kacang, kismis, hingga selai strawberry. Ajibb pisan! 

Tentu saja, kios yang buka dari sore hingga rata-rata jam 02.00 ini, tak lupa menyertakan sejumlah minuman pelengkap yang pas mengusir malam berangin sepi nan galau di malam hari. Mulai dari kopi, teh manis, wedang jahe, teh telur, dst.

 

Jika kawan hendak malam mingguan yang syahdu tapi tak menguras bujet, bolehlah lokasi wisata kuliner ini dilirik. Tersedia meja kursi  sekedarnya di pinggir jalan yang cocok untuk mengobrol ngalor ngidul. Tentu, sambil santap kue balok setengah matang… (**)

 

 

 

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

foto by Ageng

Aher Resmikan Lapangan Tembak Cisangkan, Terbaik di Indonesia

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meresmikan penggunaan Lapangan Tembak KONI Jabar di Cisangkan, Kota Cimahi, Sabtu (28/5/2016). Gubernur yang...

Selengkapnya
foto dari Youtube Jokowi

Presiden Jokowi Resmi Luncurkan Akun Youtube

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Setelah mempunyai tiga jejaring media sosial, kini Presiden Jokowi resmi meluncurkan akun Youtube resmi kepresidenan. Seperti dilansir dari...

Selengkapnya
PIN_1058 WEB

Pemprov Jabar Dorong TTG Hasil Karya Masyarakat Dikembangkan

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) membuka secara resmi gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi Jawa Barat ke VI Tahun 2016 di Halaman...

Selengkapnya
Foto:Istimewa

Dieksekusi ke Sukamiskin, Sutan Bhatoegana Enggan Munculkan Suasana Sumringah

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Terpidana kasus suap Kementrian ESDM, Sutan Bhatoegana tidak menunjukan sikap sumringah atau bahagia ketika dieksekusi Komisi Pemberantasan...

Selengkapnya
Foto by Tasdik

Ombudsman Jabar Belum Temukan Indikasi Pidana Terbakarnya Pasar Sementara Limbangan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ombudsman perwakilan Jawa Barat menyatakan, belum ada temuan indikasi perbuatan melawan hukum dalam pembangunan Pasar Limbangan Garut menjadi...

Selengkapnya
Ombusman

Ombudsman RI Segera Rilis Nama-nama ‘Pejabat Pembangkang’

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ombudsman Republik Indonesia akan merilis aparatur negara dalam kategori ‘Pejabat Pembangkang’ melalui media massa. Nama-nama...

Selengkapnya
ikustrasi : net

Pengusaha EO Ditahan karena Gelapkan Pajak Rp1,9 Milyar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pengusaha Event Orginizer, R. Bayu Gautama ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat karena diduga menggelapkan dana pajak mencapai Rp1,9 milyar dari...

Selengkapnya
Ilustrasi (LIN)

Kampanyekan Lingkungan, Pemprov Jabar Gelar Eco Music Camp di Gunung Halimun

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Penyadaran masyarakat terhadap kerusakan lingkungan harus terus diupayakan. Pelbagai cara bisa ditempuh agar semakin banyak yang peduli terhadap...

Selengkapnya
Belum Bergelar S-1, Megawati Dianggap Tak Pantas Dapatkan Gelar DHC

Belum Bergelar S-1, Megawati Dianggap Tak Pantas Dapatkan Gelar DHC

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP), Megawati Soekarnoputri, mendapat gelar...

Selengkapnya
megawati 2

Megawati Ingatkan Pembeda dalam Pengukuhan Gelar Doctor Honoris Causa

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Mantan Presiden Republik Indonesia ke 5, Megawati Soekarno Putri menekankan hal penting atas gelar Doctor Honoris Causa yang...

Selengkapnya