Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

JURNALIS WARGA FOKUS: Garoet Tempo Doeloe (Bagian V)

Oleh: Muhammad Sufyan

BANDUNG, FOKUSJABAR.COM: Berikut adalah kiriman foto dari pembaca FOKUS di akun kami @fokusjabar, yang berasal dari Fuzie Ibnu Maxum, warga Garut, melalui akun twitternya @zienumax yang menceritakan Garut tempo dulu, khususnya di daerah pedesaan serta obyek wisata air Pantai Pamengpeuk dan Situ Bagendit  sebagai berikut:

 

Jalanan di Kadungora, Garut tahun 1930. (Dokumentasi: @zienumax)

Jalanan di Kadungora, Garut tahun 1930. (Dokumentasi: @zienumax)

Jalan di pedesaan Garut tahun 1930. ((Dokumentasi: @zienumax)

Jalan di pedesaan Garut tahun 1930. ((Dokumentasi: @zienumax)

 

Menurut @zienumax, foto-foto klasik ini hasil jepretan sejumlah warga Belanda yang sempat bermukim di Kota Intan itu. Mereka antara lain Dr. F Kronecker, W.E. Kerkhoff, Dhr. C.H. Japing, dan A.P. Vogel. Kita lihat foto lainnya:

 

Pantai Pameungpeuk tahun 1941, masih ada jembatan di pantai. (Dokumentasi: @zienumax)

Pantai Pameungpeuk tahun 1941, masih ada jembatan di pantai. (Dokumentasi: @zienumax)

 

Situ Bagendit, Garut tahun 1921. (Dokumentasi: @zienumax)

Situ Bagendit, Garut tahun 1921. (Dokumentasi: @zienumax)

 

Terima kasih atas kiriman foto jurnalis warganya. Kami nantikan kiriman lainnya bertemakan kepentingan warga umum ke @fokusjabar. (**)