Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Peranan BPD di Garut Belum Optimal

Oleh: Bambang Fouristian

GARUT,FOKUSJABAR.COM: Camat Sukawening, Kab. Garut, U. Haerudin, menandaskan, keberadaan BPD (Badan Permusyawarahan Desa) yang tersebar di wilayahnya belum optimal dan sejalan dengan Pemdes (Pemerintahan Desa). Bahkan, belum menjelma serta teraplikasi dengan baik.

Menurutnya, produk BPD tersebut yang nota bene penghasil Perdes (Peraturan Desa) merupakan acuan atau haluan para Kades (Kepala Desa) dalam menjalankan roda pemerintahan.

Diharapkan, BPD yang baru bisa menghasilkan produk Perdes yang bisa bekerjasama dengan aparat desa sekaligus mendongkrak kembali swadaya yang keberadaannya nyaris tenggelam.

“Kami sudah mengajukan serta melaporkan keanggotaan BPD baru ke tingkat Kabupaten. Tinggal menunggu SK Surat Keputusan) saja,” terang Camat Haerudin.

Terkait peraturan baru, jumlah keanggotaan BPD maksimal 7 orang dan minimal 5 orang. Disesuaikan dengan luas dan kebutuhan Desa. Berbeda dengan peraturan lama berjumlah sebanyak 11 orang.

Ditekankan Camat, keberadaan BPD bisa seiring dan sejalan dengan Pemerintahan Desa juga dapat berinovatif serta yang paling penting punya kemauan untuk maju dan berkembang.

“ Jangan sampai muncul ungkapan tukcing (dibentuk cicing-red),” tutup camat Haerudin, berharap BPD bisa menjadi corong antar masyarakat dengan pihak Pemerintah Desa. (MSU)