Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Tatan Asmara, S.HI, Ramaikan Bursa Balon Bupati Garut

Oleh: Bambang Fouristian

GARUT, FOKUSJABAR.COM: Dalam hitungan bulan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Garut periode 2013-2018 digelar. Beberapa nama sudah memproklamirkan diri sebagai calon Bupati melalui media massa, spanduk dan poster.

Tatan Asmara (Foto: Bambang Fouristian)

Tatan Asmara (Foto: Bambang Fouristian)

Melalui jalur perseorangan (independen) Tatan Asmara, S.HI yang juga Kepala Desa (Kades) Kertajaya, Kecamatan Cibatu siap maju menuju Garut 1.

Dia mengaku telah mengantongi ratusan ribu dukungan yang disertai Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kesempatan itu tak pernah datang dua kali. Dukungan mereka tidak mungkin saya abaikan,” kata Tatan Asmara.

Selaku pejabat pemerintahan, dia merasa terpanggil untuk membenahi Kabupaten Garut yang kini tengah dilanda konflik selama dua dekade. Era Bupati, H. Agus Supriadi dan H. Aceng HM Fikri.

Pengalaman berorganisasi dan memimpin di Pemerintahan Desa menjadi modal untuk memperbaiki Garut dari keterpurukan akibat krisis kepemimpinan.

“Apalah artinya seorang pemimpin tanpa didukung oleh seluruh masyarakatnya,” terang Tatan. (NOER)