Yatie Surachman “Perawan Desa” Dari Garut (Bagian II-Habis) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 25 Agustus 2016
Search

Yatie Surachman “Perawan Desa” Dari Garut (Bagian II-Habis)

Oleh: Yoyo Dasriyo (Wartawan senior film dan musik)

yoyo revTernyata, keberuntungan datang di pentas yang lebih terpandang. Kecantikan aktingnya dari film “Perawan Desa” itu mengantar Yatie memboyong Piala Mitra di FFA (Festival Film Asia) di Bali. Sungguhpun begitu, tak membuat Yati tinggi hati.

Dalam keseharian pun tetap merakyat. Ada dua lintasan peristiwa manis, yang senantiasa membasah dalam kenangan saya. Pertama, akhir 1981 di sela kesibukan syuting film “Perawan-Perawan” karya Ida Farida di Bandung.

Dalam film itu, Meriam Bellina tampil pertama berperan pembantu. Suatu sore, Yatie mengajak saya dan beberapa kru film, untuk meluncur ke suatu sudut keramaian Bandung. Kami menyusuri lorong kecil, menuju ke sebuah tempat konveksi.

Seketika saja Yati sibuk memilih-milih bahan pakaian, yang langsung dijahit di tempat. Saya hanya terdiam. Tiba-tiba saya diminta memilih. Secepat itu saya menolak, karena tak fasih membaca selera orang lain. Yatie tertawa nyaring. Rupanya, artis film itu sudah membayar celana coklat berbahan corduroy, untuk saya pakai !

Direntang delapanbelas tahun dari film “Tendangan Iblis”, peristiwa manis kedua tergelar di wisma Ramayana Bogor. Itu perjumpaan unik dan lucu! Saya dipanggil sutradara H Encep Masduki untuk berperan dalam sinetron “Titian Cita”, yang berlokasi di kawasan Perkebunan Cimulang Bogor.

Lewat tengah malam, pimpinan produksi “Karnos Film”, H Nana Suryana, menempatkan saya mengisi kamar, yang lokasinya bersebelahan dengan Yatie Surachman dan Atie Canser. Kedua nama artis film kawakan itu, tertulis di pintu kamar yang masih sunyi.

Saya baru tahu, kalau Yatie terdaftar pula sebagai pendukung dalam sinetron itu. Pagi harinya, saya kenal suara dan gelak tawa Yatie Surachman. Entah pukul berapa, artis itu hadir di wisma.

Manakala pintu kamar dibuka, tampak Yatie dan Atie Canser di teras kamar itu tengah sarapan pagi. Perlahan saya sapa Mendadak saja Yatie terbengong. “Ya ampuuun, aku kira itu kamar Yoyok Aryo…! Di situ sih cuma ditulis Yoyok… Eh tahunya si akang urang Garut ieu mah…” sambutnya hangat sambil tertawa.

Aktris film kampiun Yatie Surachman dan Yoyo Dasriyo. Ulang-perjumpaan di Garut, setelah direntang perpisahan panjang. Yatie Surachman aktris berdarah Garut, yang reputasinya masih berkilat. (Foto: Much. Machfuddin Muchtar)

Aktris film kampiun Yatie Surachman dan Yoyo Dasriyo. Ulang-perjumpaan di Garut, setelah direntang perpisahan panjang. Yatie Surachman aktris berdarah Garut, yang reputasinya masih berkilat. (Foto: Much. Machfuddin Muchtar)

 

Salah satu film klasik yang dibintangi Yati Surahman. (Foto:indonesiafilmcenter.com)

Salah satu film klasik yang dibintangi Yati Surahman. (Foto:indonesiafilmcenter.com)

Yati pun tak pernah mengira, jika sutradara H Encep Masduki menghadirkan saya sebagai pemain. Bukan hanya peliput.
Dalam lakon “Titian Cita”, kami tampil bersama H Rano Karno, Niken Ayu, Atie Canser dan Anton Sami’at.

Sepuluh tahun setelah kebersamaan di Bogor, Yatie Surachmiati Agustin, artis kelahiran Jakarta 11 Agustus 1957, kembali hadir di Garut, untuk berperan antagonis dalam FTV “Stasiun Cinta” garapan Wawan Hermawan.

Di Garut, anak sulung dari 10 bersaudara keluarga Surachman dan Ny Tati Maryati (Jakarta) itu, tak melewatkan berziarah ke makam leluhurnya di TPU Pasir Pogor, Garut.

Yatie Surachman yang berkarier dari figuran film “Buaye Gile” (Syamsul Fuad), termasuk pemain selektif. Kadar peran tantangan lebih diutamakan, dibanding kwantitas penampilannya. Itu kunci yang menggosok citra Yatie Surachman tetap berkilat, di tengah arus bintang muda.

Uniknya, “perawan desa” berdarah Garut ini, kini di lokasi syuting lebih populer dengan sebutan “Mak Yatie”! Laju pertambahan usianya pun, acapkali menempatkan Yatie Surachman sebagai pemeran “Emak”! Tokoh ibu lanjut usia, dengan kematangan aktingnya. (**)

 

 

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Ketua Komrat, Surya Panunggal (Foto. Bambang)

Komrat Minta Usut Tuntas Temuan LHP-BPK

GARUT, FOKUSJabar.com : Adanya temuan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP-BPK) terkait keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Tahun Anggaran...

Selengkapnya
Foto by Adi

Satpol PP Imbau Pengelola Kafe Erginn Tidak Bikin Gaduh

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bandung, Usman Sayogi JB mengimbau agar pemiliki Kafe Erginn di Dago Resort segera...

Selengkapnya
pengusaha asal Bandung Tjahja Santoso bersama Gubernur Babel Rustam Effendi dan Investor korea foto bersama

Investor Korea Bangun PLTS di Belitung

BELITUNG, FOKUSJabar.com : Pengusaha Bandung Tjahja Santoso serius menggandeng investor Korea untuk mengatasi krisis listrik di Bangka Belitung. Buktinya Tjahja membawa...

Selengkapnya
Sekda Ciamis H Haerdiat Meninjau Lapang Atletik Linggasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

Sekda Ciamis Marah, Minta Lapang Atletik Linggasari Dirombak Lagi

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamsi Jawa Barat, H. Herdiat tak bisa menahan amarahnya saat meninjau langsung pembangunan Lapang Atletik di...

Selengkapnya
Wagub Demiz

Wagub Harap UMB Tingkatkan APK di Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Hadirnya Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) diharapkan mampu mendorong Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Jawa Barat....

Selengkapnya
nelayan

Takut Melapor, Nelayan Merugi Akibat Perompak

CIREBON, FOKUSJabar.com : Sejumlah nelayan pantura khususnya Cirebon berhenti melaut, bukan karena faktor cuaca buruk, melainkan lantaran keresahan mereka terhadap ulah...

Selengkapnya
Dadang : Jangan Bebankan Biaya Seragam PNS Kepada Bawahan

Wali Kota Banjar Akui, Etos Kerja PNS Masih Kurang

BANJAR, FOKUSJabar.com : Wali Kota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih mengaku, selama ini etos kerja para pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Banjar masih dianggap masih kurang....

Selengkapnya
Sejumlah nelayan Cirebon tengah berbincang bersama awak media terkait maraknya perompak. Panji

Marak Perompak, Nelayan Pantura Resah

CIREBON, FOKUSJabar.com : Sejumlah nelayan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Cirebon dan Indramayu resah lantaran maraknya perompak yang merampas hasil tangkapan mereka...

Selengkapnya
Anggaran Penegakan Hukum di Indonesia Boros

Sidang Perdana JM, Jawara Mendesak Bupati dan Sekda Diperiksa

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Sidang perdana kasus pengadaan meubeler dengan terdakwa mantan Kabag Umum Pemkab Tasikmalaya, JM di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi...

Selengkapnya
Foto by Humas Pemprov Jabar

Hari Donor Darah Sedunia, Aher Ajak Masyarakat Terbiasa Donor

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengajak seluruh masyarakat untuk gemar dan terbiasa...

Selengkapnya