Yatie Surachman “Perawan Desa” Dari Garut (Bagian II-Habis) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 21 Juli 2016
Search

Yatie Surachman “Perawan Desa” Dari Garut (Bagian II-Habis)

Oleh: Yoyo Dasriyo (Wartawan senior film dan musik)

yoyo revTernyata, keberuntungan datang di pentas yang lebih terpandang. Kecantikan aktingnya dari film “Perawan Desa” itu mengantar Yatie memboyong Piala Mitra di FFA (Festival Film Asia) di Bali. Sungguhpun begitu, tak membuat Yati tinggi hati.

Dalam keseharian pun tetap merakyat. Ada dua lintasan peristiwa manis, yang senantiasa membasah dalam kenangan saya. Pertama, akhir 1981 di sela kesibukan syuting film “Perawan-Perawan” karya Ida Farida di Bandung.

Dalam film itu, Meriam Bellina tampil pertama berperan pembantu. Suatu sore, Yatie mengajak saya dan beberapa kru film, untuk meluncur ke suatu sudut keramaian Bandung. Kami menyusuri lorong kecil, menuju ke sebuah tempat konveksi.

Seketika saja Yati sibuk memilih-milih bahan pakaian, yang langsung dijahit di tempat. Saya hanya terdiam. Tiba-tiba saya diminta memilih. Secepat itu saya menolak, karena tak fasih membaca selera orang lain. Yatie tertawa nyaring. Rupanya, artis film itu sudah membayar celana coklat berbahan corduroy, untuk saya pakai !

Direntang delapanbelas tahun dari film “Tendangan Iblis”, peristiwa manis kedua tergelar di wisma Ramayana Bogor. Itu perjumpaan unik dan lucu! Saya dipanggil sutradara H Encep Masduki untuk berperan dalam sinetron “Titian Cita”, yang berlokasi di kawasan Perkebunan Cimulang Bogor.

Lewat tengah malam, pimpinan produksi “Karnos Film”, H Nana Suryana, menempatkan saya mengisi kamar, yang lokasinya bersebelahan dengan Yatie Surachman dan Atie Canser. Kedua nama artis film kawakan itu, tertulis di pintu kamar yang masih sunyi.

Saya baru tahu, kalau Yatie terdaftar pula sebagai pendukung dalam sinetron itu. Pagi harinya, saya kenal suara dan gelak tawa Yatie Surachman. Entah pukul berapa, artis itu hadir di wisma.

Manakala pintu kamar dibuka, tampak Yatie dan Atie Canser di teras kamar itu tengah sarapan pagi. Perlahan saya sapa Mendadak saja Yatie terbengong. “Ya ampuuun, aku kira itu kamar Yoyok Aryo…! Di situ sih cuma ditulis Yoyok… Eh tahunya si akang urang Garut ieu mah…” sambutnya hangat sambil tertawa.

Aktris film kampiun Yatie Surachman dan Yoyo Dasriyo. Ulang-perjumpaan di Garut, setelah direntang perpisahan panjang. Yatie Surachman aktris berdarah Garut, yang reputasinya masih berkilat. (Foto: Much. Machfuddin Muchtar)

Aktris film kampiun Yatie Surachman dan Yoyo Dasriyo. Ulang-perjumpaan di Garut, setelah direntang perpisahan panjang. Yatie Surachman aktris berdarah Garut, yang reputasinya masih berkilat. (Foto: Much. Machfuddin Muchtar)

 

Salah satu film klasik yang dibintangi Yati Surahman. (Foto:indonesiafilmcenter.com)

Salah satu film klasik yang dibintangi Yati Surahman. (Foto:indonesiafilmcenter.com)

Yati pun tak pernah mengira, jika sutradara H Encep Masduki menghadirkan saya sebagai pemain. Bukan hanya peliput.
Dalam lakon “Titian Cita”, kami tampil bersama H Rano Karno, Niken Ayu, Atie Canser dan Anton Sami’at.

Sepuluh tahun setelah kebersamaan di Bogor, Yatie Surachmiati Agustin, artis kelahiran Jakarta 11 Agustus 1957, kembali hadir di Garut, untuk berperan antagonis dalam FTV “Stasiun Cinta” garapan Wawan Hermawan.

Di Garut, anak sulung dari 10 bersaudara keluarga Surachman dan Ny Tati Maryati (Jakarta) itu, tak melewatkan berziarah ke makam leluhurnya di TPU Pasir Pogor, Garut.

Yatie Surachman yang berkarier dari figuran film “Buaye Gile” (Syamsul Fuad), termasuk pemain selektif. Kadar peran tantangan lebih diutamakan, dibanding kwantitas penampilannya. Itu kunci yang menggosok citra Yatie Surachman tetap berkilat, di tengah arus bintang muda.

Uniknya, “perawan desa” berdarah Garut ini, kini di lokasi syuting lebih populer dengan sebutan “Mak Yatie”! Laju pertambahan usianya pun, acapkali menempatkan Yatie Surachman sebagai pemeran “Emak”! Tokoh ibu lanjut usia, dengan kematangan aktingnya. (**)

 

 

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Pengurus DPC Partai Demokrat Ciamis dalam mediasi kedua bersama staf dan petugas PLN UPJ Ciamis, memebahas pemutusan sepihak oleh petugas PLN pada kwh listrik di Sekretariat DPC Demokrat Ciamis, Kamis (21/07/2016)

DPC Partai Demokrat Ciamis, Tuntut PLN Minta Maaf di Media Massa

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Upaya islah secara kekeluargaan antara DPC Partai Demokrat Ciamis dengan pihak UPJ PLN Ciamis buntut dari pemutusan sambungan listrik secara...

Selengkapnya
Ketua PM Gatra, Holil Aksan Umarzen

Kamis Mencekam, Holil: Hari Ini Awal Bersatunya Rakyat Garut

GARUT, FOKUSJabar.com: Rabu (13/7/2016) lalu usai melantik lima pejabat eselon III dan IV, Bupati Garut, Rudy Gunawan menyatakan dengan tegas tidak ada korban jiwa pada...

Selengkapnya
Ketua DPR RI Ade Komarudin saat diwawancarai di Unpad Bandung, Kamis (21/7/2016)

Ancaman Teroris Masih Menjadi Kewaspadaan Nasional

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ade Komarudin menyatakan, kewaspadaan pascakematian Ketua Teroris Mujahidin Indonesia Timur, Santoso...

Selengkapnya
Aksi pelemparan tomat poster Bupati oleh massa AMPG (Foto Deni R)

AMPG Suarakan Mosi Tidak Percaya, Tuntut Bupati Garut Turun

GARUT, FOKUSJabar.com : Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pembaharuan Garut (AMPG) melakukan aksi demo ke Kantor Pemkab Garut dan Gedung DPRD Garut,...

Selengkapnya
Ilustrasi

Kejati Selamatkan Rp43,7 Milyar Selama Januari Hingga Juni 2016

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menyelamatkan uang negara sebanyak Rp43,7 milyar dari Tindak Pidana Khusus. Anggaran tersebut terkumpulkan dalam...

Selengkapnya
operasi tinombala

Pasukan Elit Kodam III Siliwangi Dipersiapkan Tumpas Teroris di Poso

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Satuan Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi mendapat kepercayaan ikut berperan aktif dalam Operasi Tinombala II di Poso Sulawesi...

Selengkapnya
Inventarisis Aset oleh PT KAI Daops II

Palang Pintu Liar Jadi Tanggungjawab Pemerintah Setempat

CIAMIS, FOKUSJabar.com: Palang pintu perlintasan kereta api yang tidak dijaga petugas atau palang pintu liar masih banyak bertebaran di Kabupaten Ciamis. Hal itu menjadi...

Selengkapnya
TPA Sarimukti foto web

TPA Pindah ke Legok Nangka, Anggaran Naik 5 kali Lipat

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Pemerintah Kota Cimahi akan kesulitan membuang sampah jika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dipindahkan ke TPA Legok Nangka Kecamatan Nagreg...

Selengkapnya
Bangunan tempat membakar sampah tidak berfungsi

Target PAD Tercapai, Pasar Andir Bayongbong Belum Menerima Bantuan Penanggulangan Sampah

GARUT, FOKUSJabar.com: Selain faktor jumlah kendaraan pengangkut, jalanan macet pascalebaran juga bangunan tempat pembakaran sampah di lokasi Tempat Pembuangan Sementara...

Selengkapnya
Ilustrasi perpeloncoan (tempo)

Perpeloncoan Itu Bukan Diatur Tapi Dilarang

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Melalui Permendikbud Nomor 18 tahun 2016 yang melarang semua jenis perpeloncoan dalam kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa...

Selengkapnya