Yatie Surachman “Perawan Desa” Dari Garut (Bagian II-Habis) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Rabu, 29 Juni 2016
Search

Yatie Surachman “Perawan Desa” Dari Garut (Bagian II-Habis)

Oleh: Yoyo Dasriyo (Wartawan senior film dan musik)

yoyo revTernyata, keberuntungan datang di pentas yang lebih terpandang. Kecantikan aktingnya dari film “Perawan Desa” itu mengantar Yatie memboyong Piala Mitra di FFA (Festival Film Asia) di Bali. Sungguhpun begitu, tak membuat Yati tinggi hati.

Dalam keseharian pun tetap merakyat. Ada dua lintasan peristiwa manis, yang senantiasa membasah dalam kenangan saya. Pertama, akhir 1981 di sela kesibukan syuting film “Perawan-Perawan” karya Ida Farida di Bandung.

Dalam film itu, Meriam Bellina tampil pertama berperan pembantu. Suatu sore, Yatie mengajak saya dan beberapa kru film, untuk meluncur ke suatu sudut keramaian Bandung. Kami menyusuri lorong kecil, menuju ke sebuah tempat konveksi.

Seketika saja Yati sibuk memilih-milih bahan pakaian, yang langsung dijahit di tempat. Saya hanya terdiam. Tiba-tiba saya diminta memilih. Secepat itu saya menolak, karena tak fasih membaca selera orang lain. Yatie tertawa nyaring. Rupanya, artis film itu sudah membayar celana coklat berbahan corduroy, untuk saya pakai !

Direntang delapanbelas tahun dari film “Tendangan Iblis”, peristiwa manis kedua tergelar di wisma Ramayana Bogor. Itu perjumpaan unik dan lucu! Saya dipanggil sutradara H Encep Masduki untuk berperan dalam sinetron “Titian Cita”, yang berlokasi di kawasan Perkebunan Cimulang Bogor.

Lewat tengah malam, pimpinan produksi “Karnos Film”, H Nana Suryana, menempatkan saya mengisi kamar, yang lokasinya bersebelahan dengan Yatie Surachman dan Atie Canser. Kedua nama artis film kawakan itu, tertulis di pintu kamar yang masih sunyi.

Saya baru tahu, kalau Yatie terdaftar pula sebagai pendukung dalam sinetron itu. Pagi harinya, saya kenal suara dan gelak tawa Yatie Surachman. Entah pukul berapa, artis itu hadir di wisma.

Manakala pintu kamar dibuka, tampak Yatie dan Atie Canser di teras kamar itu tengah sarapan pagi. Perlahan saya sapa Mendadak saja Yatie terbengong. “Ya ampuuun, aku kira itu kamar Yoyok Aryo…! Di situ sih cuma ditulis Yoyok… Eh tahunya si akang urang Garut ieu mah…” sambutnya hangat sambil tertawa.

Aktris film kampiun Yatie Surachman dan Yoyo Dasriyo. Ulang-perjumpaan di Garut, setelah direntang perpisahan panjang. Yatie Surachman aktris berdarah Garut, yang reputasinya masih berkilat. (Foto: Much. Machfuddin Muchtar)

Aktris film kampiun Yatie Surachman dan Yoyo Dasriyo. Ulang-perjumpaan di Garut, setelah direntang perpisahan panjang. Yatie Surachman aktris berdarah Garut, yang reputasinya masih berkilat. (Foto: Much. Machfuddin Muchtar)

 

Salah satu film klasik yang dibintangi Yati Surahman. (Foto:indonesiafilmcenter.com)

Salah satu film klasik yang dibintangi Yati Surahman. (Foto:indonesiafilmcenter.com)

Yati pun tak pernah mengira, jika sutradara H Encep Masduki menghadirkan saya sebagai pemain. Bukan hanya peliput.
Dalam lakon “Titian Cita”, kami tampil bersama H Rano Karno, Niken Ayu, Atie Canser dan Anton Sami’at.

Sepuluh tahun setelah kebersamaan di Bogor, Yatie Surachmiati Agustin, artis kelahiran Jakarta 11 Agustus 1957, kembali hadir di Garut, untuk berperan antagonis dalam FTV “Stasiun Cinta” garapan Wawan Hermawan.

Di Garut, anak sulung dari 10 bersaudara keluarga Surachman dan Ny Tati Maryati (Jakarta) itu, tak melewatkan berziarah ke makam leluhurnya di TPU Pasir Pogor, Garut.

Yatie Surachman yang berkarier dari figuran film “Buaye Gile” (Syamsul Fuad), termasuk pemain selektif. Kadar peran tantangan lebih diutamakan, dibanding kwantitas penampilannya. Itu kunci yang menggosok citra Yatie Surachman tetap berkilat, di tengah arus bintang muda.

Uniknya, “perawan desa” berdarah Garut ini, kini di lokasi syuting lebih populer dengan sebutan “Mak Yatie”! Laju pertambahan usianya pun, acapkali menempatkan Yatie Surachman sebagai pemeran “Emak”! Tokoh ibu lanjut usia, dengan kematangan aktingnya. (**)

 

 

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Aher Lepas Para Pemudik

Asyiknya Mudik Gratis, Jabar Sediakan 1500 Kursi

BANDUNG,FOKUSJabar.com : Mudik telah menjadi bagian dari tradisi menjelang Hari Raya Idul Fitri bagi masyarakat Indonesia. Namun, tradisi mudik juga menimbulkan...

Selengkapnya
Bupati-Ciamis-H-Iing-Syam-Arifin

Pejabat Ciamis Bebas Mudik dengan Mobdin?

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1437 H/2016 sejumlah daerah di Jawa Barat gencar menerapkan aturan setiap pejabat tidak boleh mudik...

Selengkapnya
Parsel

PNS Terima Parsel Wajib Lapor KPK

BANDUNG,FOKUSJabar.com : Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan tegas melarang seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jawa Barat menerima hadiah lebaran atau parsel.  PNS...

Selengkapnya
emil

Emil Sudah Ajukan Tiga Nama Calon Direksi PD Pasar Bermartabat

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil sudah mengusulkan tiga nama untuk mengisi posisi Direksi PD Pasar Bermartabat Kota Bandung. Ketiga nama...

Selengkapnya
vaksin polio1

BBPOM Amankan Vaksin Ilegal di Bogor dan Bekasi

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung mengantongi paket vaksin bayi di Bogor dan Bekasi. Vaksin itu diamankan karena proses...

Selengkapnya
Pakar Hukum: Tidak ada Urgensinya Undang-undang KPK Dirubah

Departeman HTN Unpad: KPK Jangan Sampai Jadi Panggung Politik

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala Departeman Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran Bandung, Indra Perwira menilai, bermunculan polemik terhadap kinerja Komisi...

Selengkapnya
Penyebab Kemacetan, Bus Pariwisata Perlu Lahan Parkir

Dishub Cimahi Harus Periksa Kelayakan Bus Mudik Lebaran

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan saat mudik lebaran, Organda Cimahi meminta kepada Pemerintah Kota Cimahi agar melakukan pengecekan...

Selengkapnya
Pembatasan Angkutan Berat, kurangi 6000 kendaraan di Jalur Bandung-Cianjur

H-7 sampai H+7, Angkutan Barang Dilarang Melintas di Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat menekankan proses angkut barang dari luar Pulau Jawa yang melewati daerahnya untuk sementara...

Selengkapnya
Foto Web

Kabupaten Bandung Darurat Sampah?

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kabupaten Bandung terancam darurat sampah. Hal itu dikarenakan pengoperasian TPA Babakan dijadwalkan berhenti mulai 30 Juni mendatang. Meski...

Selengkapnya
Ilustrasi (web)

Ini Titik Alokasi CCTV untuk Arus Mudik Lebaran 2016

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memasang 40 kamera CCTV yang tersebar di jalur pantura, jalur tengah dan jalur selatan untuk...

Selengkapnya