Film Nasional Berlatar Kepariwisataan Garut (Bagian II) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Minggu, 4 Desember 2016
Search

Film Nasional Berlatar Kepariwisataan Garut (Bagian II)




Oleh: Yoyo Dasriyo (Wartawan senior film dan musik, Anggota PWI)

A YODAZ 01Sukses pasar film “Si Buta Dari Goa Hantu” dibicarakan dalam era kebangkitan pertama perfilman nasional, dengan menjual kebaruan teknik kamera modern. Syuting film nasional di Garut menghangat, sejak Lukman Hakim Nain tampil pertamakali sebagai sutradara di film “Dikejar Dosa” (1974).

Kegiatan film yang membintangkan Drg Fadly, (alm) Paula Roumokoy dan (alm) Kusno Sudjarwadi di areal Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja itu, tercatat sebagai momentum film pertama yang memusatkan syutingnya di Garut.

Daerah Garut lalu menderaskan sejumlah film lainnya. Sampai putaran 1975, tercatat tiga sutradara kondang bermunculan menggarap filmnya di daerah ini. Mulai dari (alm) Drs Syumandjaya dengan film “Atheis” (“Kafir”), lalu (alm) Ch Hasmanan menuntaskan “Selalu Dihatiku”, dan (alm) Ami Priyono menggarap film “Kenangan Desember” di Situ Cangkuang, Leles.

Saat itu, Garut bertabur bintang, seperti Deddy Sutomo, (alm) Farouk Affero, Lenny Marlina, (alm) Hendra Cipta, (alm) Tanty Yosepha, serta Roy Marten.

Selepas ketiga film itu, Pusat Film Negara (PFN) membuat film dokumenter “Kembali” (1976) karya H Soetanto, dan “Kartinah Montirku Sayang” (1978) garapan Rachmat.

Tak berjarak lama, kepariwisataan Cipanas Tarogong, Garut menghangatkan percaturan, ketika (alm) Willy Wilyanto menggarap film “Mat Peci, Pembunuh Berdarah Dingin” yang menjual kemasyhuran Doris Callebaut. Pamor “bintang panas” yang “memanaskan” suhu industri film era-1970-an itu, tampil mendampingi Rachmat Hidayat.

Aktris (alm) Paula Roumokoy dan Drg Fadly, dalam adegan film ”Dikejar Dosa” karya Lukman Hakim Nain (1974). Film ini tercatat sebagai film pertama, yang memusatkan keseluruhan syutingnya di Kab Garut. (Dokumentasi: Yoyo Dasriyo

Yoyo Dasriyo, Achdan Harris, Fuad Zakaria, Wieke Widowaty, Minati Atmanagara, (alm) Asep Suparman, Boy Cansero dan Teddy Purba (kanan). Kenangan di balik syuting film “Sona Anak Srigala” karya (alm) A Harris, di Perkebunan Dayeuh Manggung, Cilawu, Garut (1985).

 

Film berlatar alam Garut dikuatkan dengan “Lima Sahabat” (1980) karya CM Nas, yang diperani (alm) Soekarno M Noor, (alm) Benyamin S, dan Septian Dwi Cahyo. Diam-diam film “Primitif” (1981) karya Sisworo Gautama Putra, memilih Hutan Sancang di Kecamatan Cibalong.

Lalu (alm) Sofia WD, yang tahun 1947 pernah bergerilya di Limbangan, Garut, menyutradarai film “Halimun” (1982). Bukan hanya Sofia WD, Garut pun daerah kenangan revolusi bagi (alm) A. Harris, sutradara film pertama “raja dangdut” Oma Irama Penasaran” (1976).

A Harris yang juga pencipta lagu “Kudaku Lari”, pernah memanggul senjata dalam tugas kemiliteran di kaki Gunung Haruman bersama Detasemen “Garuda Putih”. Itu sebabnya, sutradara ini menempatkan tiga filmnya berlokasi di Garut; “Tendangan Iblis” (1983), “Sona Anak Srigala” (1985) dan film “Bendi Keramat” (1988).

Film komedi pertama yang dibuatnya itu, dibintangi Lydia Kandou, (alm) Basuki, (alm) Timbul, Jaja Miharja serta Ade Irawan.
“Karakteristik setting alam Garut itu filmis.

Apapun tema filmnya, bisa dan cocok dibuat di Garut” Begitu pernah diungkapkan A Harris, semasa hidupnya. Film “Bendi Keramat” ternyata menutup riwayat kehangatan produksi film di Garut, jelang keruntuhan dunia perfilman nasional era 1990-an.

Tetapi magnetis Garut masih diperhitungkan untuk kegiatan sinetron dan film televisi (FTV). Puluhan sinetron produksi TVRI Pusat mengalir ke Garut.

Bahkan, legenda kepariwisataan Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi, diunggah jadi sinetron “Tragedi Bagendit” (1989) garapan Agoes Widjojono.

Memang, tayangan sinetron itu dinilai melawan arus kepopuleran dongeng Situ Bagendit, karena dikemas dari temuan data kesejarahan tentangan pembuatan telaga tersebut. Di Garut pula, H Maman Firmansyah menghadirkan Rieke Diah Pitaloka, pertama berperan utama dalam sinetron “Impian Pengantin” (1993). (Bersambung)

Simak lanjutannya disini!




Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Aay Syarif Hidayat (Foto: Bambang Fouristian/FOKUSJabar.com)

Bupati Ogah Realisasikan Terminal Malangbong, Warga Ancam Golput di Pilkada Garut 2018

GARUT, FOKUSJabar.com : Puluhan ribu warga Kecamatan Malangbong mengancam tidak akan menggunakan hak suaranya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Garut 2018...

Selengkapnya
Selain Jabar, Atlet yang Tersangkut Doping Berasal dari Enam Provinsi Lain

KONI Tak Mau Berandai-andai Soal Atlet PON Menggunakan Doping

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Barat menegaskab tidak akan berandai – andai terkait dugaan atlet Pekan Olahraga...

Selengkapnya
Wali Kota Cimahi Atty Suharti Saat melakukan tes urin di gedung B Pemkot Cimahi Jalan Demang Hardja Kusumah, Senin (11/4/2016).

Dicokok KPK, Petahana Atty Suharti Tetap Akan Kampanye

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat memastikan hak politik Wali Kota Cimahi non aktif Atty Suharty di Pilwalkot 2017 tetap...

Selengkapnya
Foto (@saputriratnayu)

Tanpa Gravitasi Kita Bisa Foto Terbalik Loh, Yuk ke Upside Down World Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Akhir-akhir ini warga Bandung lagi suka banget posting foto di sebuah rumah yang isi rumahnya semua terbalik ! Nah sudah liat kan kamu ajaibnya...

Selengkapnya
Atty tersandung, timses lanjutkan tahapan kampanye. (web)

Atty Tersandung, Timses Lanjutkan Tahapan Kampanye

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Penangkapan Wali Kota Cimahi non aktif, Atty Suharti oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumahnya Jalan...

Selengkapnya
Ketua DPD Golkar Jabar Nonaktifkan Ketua DPD Golkar Cimahi

Ketua DPD Golkar Jabar Nonaktifkan Ketua DPD Golkar Cimahi

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pasca ditangkapnya Wali Kota nonaktif Cimahi Atty Suharti dan suaminya Itoc Tohija yang juga mantan Wali Kota Cimahi, Partai Golkar Jawa Barat...

Selengkapnya
Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat ADe Barkah. (foto web)

Atty-Itoch Ditangkap, Golkar akan Angkat PLT Ketua DPD Cimahi

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pascapenangkapan Wali Kota Cimahi non  aktif Atty Suharty dan suaminya, Itoch Tohija oleh Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK), Jumat...

Selengkapnya
Jaksa Senior AP Akan Diusut ke Kejagung. (FOKUSJabar/Adi)

Kasus Jaksa Senior AP akan Diserahkan ke Kejagung

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala Kejaksaan Tinggi (kajati) Jawa Barat, Setia Untung Arimuladi menyatakan, kelanjutan Jaksa senior AP yang menjalani pemeriksaan dugaan...

Selengkapnya
Walikota Cimahi Nonaktif Atty Suharti Tochija . (foto web)

KPK Tangkap Atty, Plt Wali Kota Enggan Komentar

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Walikota Cimahi nonaktif, Atty Suharti Tochija ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kediaman pribadinya di Jalan Sari Asih IV nomor...

Selengkapnya
Polisi Periksa Rachmawati Soekarnoputri di Mako Brimob. (foto web)

Rachmawati Soekarnoputri Diperiksa Polisi di Mako Brimob

JAKARTA, FOKUSJabar.com : Rachmawati Soekarnoputri dimintai keterangan penyidik Polda Metro Jaya.Rachmawati akan diperiksa di Mako Brimob, Kelapa Dua. Namun belum...

Selengkapnya