Film Nasional Berlatar Kepariwisataan Garut (Bagian II) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Minggu, 26 Maret 2017
Search

Film Nasional Berlatar Kepariwisataan Garut (Bagian II)

Oleh: Yoyo Dasriyo (Wartawan senior film dan musik, Anggota PWI)




A YODAZ 01Sukses pasar film “Si Buta Dari Goa Hantu” dibicarakan dalam era kebangkitan pertama perfilman nasional, dengan menjual kebaruan teknik kamera modern. Syuting film nasional di Garut menghangat, sejak Lukman Hakim Nain tampil pertamakali sebagai sutradara di film “Dikejar Dosa” (1974).

Kegiatan film yang membintangkan Drg Fadly, (alm) Paula Roumokoy dan (alm) Kusno Sudjarwadi di areal Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja itu, tercatat sebagai momentum film pertama yang memusatkan syutingnya di Garut.

Daerah Garut lalu menderaskan sejumlah film lainnya. Sampai putaran 1975, tercatat tiga sutradara kondang bermunculan menggarap filmnya di daerah ini. Mulai dari (alm) Drs Syumandjaya dengan film “Atheis” (“Kafir”), lalu (alm) Ch Hasmanan menuntaskan “Selalu Dihatiku”, dan (alm) Ami Priyono menggarap film “Kenangan Desember” di Situ Cangkuang, Leles.

Saat itu, Garut bertabur bintang, seperti Deddy Sutomo, (alm) Farouk Affero, Lenny Marlina, (alm) Hendra Cipta, (alm) Tanty Yosepha, serta Roy Marten.

Selepas ketiga film itu, Pusat Film Negara (PFN) membuat film dokumenter “Kembali” (1976) karya H Soetanto, dan “Kartinah Montirku Sayang” (1978) garapan Rachmat.

Tak berjarak lama, kepariwisataan Cipanas Tarogong, Garut menghangatkan percaturan, ketika (alm) Willy Wilyanto menggarap film “Mat Peci, Pembunuh Berdarah Dingin” yang menjual kemasyhuran Doris Callebaut. Pamor “bintang panas” yang “memanaskan” suhu industri film era-1970-an itu, tampil mendampingi Rachmat Hidayat.

Aktris (alm) Paula Roumokoy dan Drg Fadly, dalam adegan film ”Dikejar Dosa” karya Lukman Hakim Nain (1974). Film ini tercatat sebagai film pertama, yang memusatkan keseluruhan syutingnya di Kab Garut. (Dokumentasi: Yoyo Dasriyo

Yoyo Dasriyo, Achdan Harris, Fuad Zakaria, Wieke Widowaty, Minati Atmanagara, (alm) Asep Suparman, Boy Cansero dan Teddy Purba (kanan). Kenangan di balik syuting film “Sona Anak Srigala” karya (alm) A Harris, di Perkebunan Dayeuh Manggung, Cilawu, Garut (1985).

 

Film berlatar alam Garut dikuatkan dengan “Lima Sahabat” (1980) karya CM Nas, yang diperani (alm) Soekarno M Noor, (alm) Benyamin S, dan Septian Dwi Cahyo. Diam-diam film “Primitif” (1981) karya Sisworo Gautama Putra, memilih Hutan Sancang di Kecamatan Cibalong.

Lalu (alm) Sofia WD, yang tahun 1947 pernah bergerilya di Limbangan, Garut, menyutradarai film “Halimun” (1982). Bukan hanya Sofia WD, Garut pun daerah kenangan revolusi bagi (alm) A. Harris, sutradara film pertama “raja dangdut” Oma Irama Penasaran” (1976).

A Harris yang juga pencipta lagu “Kudaku Lari”, pernah memanggul senjata dalam tugas kemiliteran di kaki Gunung Haruman bersama Detasemen “Garuda Putih”. Itu sebabnya, sutradara ini menempatkan tiga filmnya berlokasi di Garut; “Tendangan Iblis” (1983), “Sona Anak Srigala” (1985) dan film “Bendi Keramat” (1988).

Film komedi pertama yang dibuatnya itu, dibintangi Lydia Kandou, (alm) Basuki, (alm) Timbul, Jaja Miharja serta Ade Irawan.
“Karakteristik setting alam Garut itu filmis.

Apapun tema filmnya, bisa dan cocok dibuat di Garut” Begitu pernah diungkapkan A Harris, semasa hidupnya. Film “Bendi Keramat” ternyata menutup riwayat kehangatan produksi film di Garut, jelang keruntuhan dunia perfilman nasional era 1990-an.

Tetapi magnetis Garut masih diperhitungkan untuk kegiatan sinetron dan film televisi (FTV). Puluhan sinetron produksi TVRI Pusat mengalir ke Garut.

Bahkan, legenda kepariwisataan Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi, diunggah jadi sinetron “Tragedi Bagendit” (1989) garapan Agoes Widjojono.

Memang, tayangan sinetron itu dinilai melawan arus kepopuleran dongeng Situ Bagendit, karena dikemas dari temuan data kesejarahan tentangan pembuatan telaga tersebut. Di Garut pula, H Maman Firmansyah menghadirkan Rieke Diah Pitaloka, pertama berperan utama dalam sinetron “Impian Pengantin” (1993). (Bersambung)

Simak lanjutannya disini!







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Kemungkinan Besar Rudy-Helmi Kembali Berpasangan

GARUT, FOKUSJabar.com : Genderang “ perang “ Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 kini sudah menggema. Sejumlah Partai Politik (Parpol) mulai menjalin komunikasi...

Selengkapnya

Nasdem Kurang Meyakinkan, Emil Kasak-kusuk ke Independen

BANDUNG, FOKUSJABAR.COM :  Langkah Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil maju di Pilgub Jabar memang tengah menjadi sorotan, bahkan dikabarkan Emil sapaan akrab Wali Kota...

Selengkapnya

Netty Tanggapi Santai Wacana Politik Dinasti Aher

CIREBON, FOKUSJabar.com : Ketua P2TP2A Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan menanggapi santai kabar mengenai politik dinasti dari Gubernur Jabar yang juga suaminya...

Selengkapnya

Pemerintah Tegaskan 27 Maret Bukan Hari Cuti Bersama

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Netizen kini tengah diributkan tentang cuti bersama pada tanggal 27 Maret 2017 mendatang. Hari dimana tanggal tersebut merupakan tanggal yang...

Selengkapnya

PKS dan Demokrat Ingin Berkoalisi di Pilkada Ciamis 2018

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ciamis 2018 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat mulai menjajaki koalis. Calon...

Selengkapnya

17 Kasus Korupsi Berhasil Diungkap Kejari Kota Banjar

  BANJAR, FOKUSJabar.com: Kejaksaan Negeri Kota Banjar telah berhasil mengungkap 17 kasus korupsi sepanjang kepemimpinan Kejari Munaji SH. Akibat kasus korupsi itu...

Selengkapnya

Wagub Deddy Mizwar Terpopuler versi Survei Indo Barometer

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil masih menempati posisi teratas sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat dengan tingkat elektabilitas yang...

Selengkapnya

23 Maret Peristiwa ‘Bandoeng Laoetan Api’

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Tepat pada tanggal 23 Maret diperingati sebagai hari Bandung Lautan Api. Pada tanggal 23 Maret 1946 silam telah terjadi peristiwa kebakaran...

Selengkapnya

Bahaya! Kasus Penculikan Anak Merambah Perkampungan?

GARUT, FOKUSJabar.com : Isu penculikan anak yang marak di Media Sosial (Medsos) kini merambah ke perkampungan. Bahkan ternyata bukan hanya sekedar isu saja, namun memang...

Selengkapnya

Nasdem Jabar Siap Dukung Emil Meski di jalur Perseorangan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) Jabar Saan Mustofa menanggapi santai adanya isu gerakan dari rewalan...

Selengkapnya