Film Nasional Berlatar Kepariwisataan Garut (Bagian II) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 21 Juli 2016
Search

Film Nasional Berlatar Kepariwisataan Garut (Bagian II)

Oleh: Yoyo Dasriyo (Wartawan senior film dan musik, Anggota PWI)

A YODAZ 01Sukses pasar film “Si Buta Dari Goa Hantu” dibicarakan dalam era kebangkitan pertama perfilman nasional, dengan menjual kebaruan teknik kamera modern. Syuting film nasional di Garut menghangat, sejak Lukman Hakim Nain tampil pertamakali sebagai sutradara di film “Dikejar Dosa” (1974).

Kegiatan film yang membintangkan Drg Fadly, (alm) Paula Roumokoy dan (alm) Kusno Sudjarwadi di areal Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja itu, tercatat sebagai momentum film pertama yang memusatkan syutingnya di Garut.

Daerah Garut lalu menderaskan sejumlah film lainnya. Sampai putaran 1975, tercatat tiga sutradara kondang bermunculan menggarap filmnya di daerah ini. Mulai dari (alm) Drs Syumandjaya dengan film “Atheis” (“Kafir”), lalu (alm) Ch Hasmanan menuntaskan “Selalu Dihatiku”, dan (alm) Ami Priyono menggarap film “Kenangan Desember” di Situ Cangkuang, Leles.

Saat itu, Garut bertabur bintang, seperti Deddy Sutomo, (alm) Farouk Affero, Lenny Marlina, (alm) Hendra Cipta, (alm) Tanty Yosepha, serta Roy Marten.

Selepas ketiga film itu, Pusat Film Negara (PFN) membuat film dokumenter “Kembali” (1976) karya H Soetanto, dan “Kartinah Montirku Sayang” (1978) garapan Rachmat.

Tak berjarak lama, kepariwisataan Cipanas Tarogong, Garut menghangatkan percaturan, ketika (alm) Willy Wilyanto menggarap film “Mat Peci, Pembunuh Berdarah Dingin” yang menjual kemasyhuran Doris Callebaut. Pamor “bintang panas” yang “memanaskan” suhu industri film era-1970-an itu, tampil mendampingi Rachmat Hidayat.

Aktris (alm) Paula Roumokoy dan Drg Fadly, dalam adegan film ”Dikejar Dosa” karya Lukman Hakim Nain (1974). Film ini tercatat sebagai film pertama, yang memusatkan keseluruhan syutingnya di Kab Garut. (Dokumentasi: Yoyo Dasriyo

Yoyo Dasriyo, Achdan Harris, Fuad Zakaria, Wieke Widowaty, Minati Atmanagara, (alm) Asep Suparman, Boy Cansero dan Teddy Purba (kanan). Kenangan di balik syuting film “Sona Anak Srigala” karya (alm) A Harris, di Perkebunan Dayeuh Manggung, Cilawu, Garut (1985).

 

Film berlatar alam Garut dikuatkan dengan “Lima Sahabat” (1980) karya CM Nas, yang diperani (alm) Soekarno M Noor, (alm) Benyamin S, dan Septian Dwi Cahyo. Diam-diam film “Primitif” (1981) karya Sisworo Gautama Putra, memilih Hutan Sancang di Kecamatan Cibalong.

Lalu (alm) Sofia WD, yang tahun 1947 pernah bergerilya di Limbangan, Garut, menyutradarai film “Halimun” (1982). Bukan hanya Sofia WD, Garut pun daerah kenangan revolusi bagi (alm) A. Harris, sutradara film pertama “raja dangdut” Oma Irama Penasaran” (1976).

A Harris yang juga pencipta lagu “Kudaku Lari”, pernah memanggul senjata dalam tugas kemiliteran di kaki Gunung Haruman bersama Detasemen “Garuda Putih”. Itu sebabnya, sutradara ini menempatkan tiga filmnya berlokasi di Garut; “Tendangan Iblis” (1983), “Sona Anak Srigala” (1985) dan film “Bendi Keramat” (1988).

Film komedi pertama yang dibuatnya itu, dibintangi Lydia Kandou, (alm) Basuki, (alm) Timbul, Jaja Miharja serta Ade Irawan.
“Karakteristik setting alam Garut itu filmis.

Apapun tema filmnya, bisa dan cocok dibuat di Garut” Begitu pernah diungkapkan A Harris, semasa hidupnya. Film “Bendi Keramat” ternyata menutup riwayat kehangatan produksi film di Garut, jelang keruntuhan dunia perfilman nasional era 1990-an.

Tetapi magnetis Garut masih diperhitungkan untuk kegiatan sinetron dan film televisi (FTV). Puluhan sinetron produksi TVRI Pusat mengalir ke Garut.

Bahkan, legenda kepariwisataan Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi, diunggah jadi sinetron “Tragedi Bagendit” (1989) garapan Agoes Widjojono.

Memang, tayangan sinetron itu dinilai melawan arus kepopuleran dongeng Situ Bagendit, karena dikemas dari temuan data kesejarahan tentangan pembuatan telaga tersebut. Di Garut pula, H Maman Firmansyah menghadirkan Rieke Diah Pitaloka, pertama berperan utama dalam sinetron “Impian Pengantin” (1993). (Bersambung)

Simak lanjutannya disini!

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

TPA Sarimukti foto web

TPA Pindah ke Legok Nangka, Anggaran Naik 5 kali Lipat

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Pemerintah Kota Cimahi akan kesulitan membuang sampah jika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dipindahkan ke TPA Legok Nangka Kecamatan Nagreg...

Selengkapnya
Bangunan tempat membakar sampah tidak berfungsi

Target PAD Tercapai, Pasar Andir Bayongbong Belum Menerima Bantuan Penanggulangan Sampah

GARUT, FOKUSJabar.com: Selain faktor jumlah kendaraan pengangkut, jalanan macet pascalebaran juga bangunan tempat pembakaran sampah di lokasi Tempat Pembuangan Sementara...

Selengkapnya
Ilustrasi perpeloncoan (tempo)

Perpeloncoan Itu Bukan Diatur Tapi Dilarang

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Melalui Permendikbud Nomor 18 tahun 2016 yang melarang semua jenis perpeloncoan dalam kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa...

Selengkapnya
Foto by Gatot

Antisipasi Kebakaran Gunakan Damkar Roda Tiga

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Untuk mengantisipasi kebakaran di pemukiman warga, Pemerintah Kota Cimahi memberikan sebanyak 15 unit kendaraan roda tiga bagi Pemadam Kebakaran...

Selengkapnya
Anies Baswedan

Perpeloncoan Itu Warisan Zaman Kolonial, Tidak Terjadi di Negara Merdeka

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Anies Baswedan menyatakan, seluruh sekolah tingkat SMP maupun SMA dilaranng...

Selengkapnya
Komisi III DPRD Kota Banjar saat meninjau pembangunan revitalisasi Pasar Langensari Kota Banjar. (Foto: Boip)

Dewan Khawatir Proyek Rp14 Milyar Tidak Penuhi Target

BANJAR, FOKUSJabar.com : Komisi III DPRD Kota Banjar mengkhawatirkan proyek pembangunan revitalisasi Pasar Langensari senilai Rp14.165.600.000,- tidak akan selesai dalam...

Selengkapnya
pokemon (foto: WEB)

Waspadalah! Pokemon Alasan Oknum Mengorek Rahasia Kekuatan Bangsa

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Permainan Pokemon baru-baru ini cukup populer di kalangan masyarakat. Sekilas, permainan ini adalah salah satu bagian dari kemajuan tekhnologi....

Selengkapnya
Dewan Pakar PGRI Ciamis Wawan S Arifien (kiri), Kepala Dikbud Ciamis Toto Marwoto (kanan).

Wawan S Arifien; Evaluasi The Best Ten Peringkat UN SMP di Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dewan Pakar PGRI Ciamis, Wawan S Arifien turut mengomentari pernyataan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ciamis Toto Marwoto yang...

Selengkapnya
UN-SMPN-1-CIAMISSSS

Nilai Rata-rata UN Turun, Kadikbud Akan Evaluasi Program di SMPN 1 Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.com: Kepala Dikbud Ciamis Toto Marwoto membenarkan peringkat nilai rata-rata UN SMPN 1 Ciamis jatuh di peringkat ke 7 dari sebelumnya di peringkat...

Selengkapnya
Ketua Komisi IV DPRD Ciamis mengantarkan anaknya pada hari pertama masuk sekolah ke SMAN 1 Ciamis. Senin (18/07/2016). foto:Den

Nilai Rata-rata UN Anjlok, Lulusan SMPN 1 Ciamis Kurang Terserap di SMA Pavorit ?

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Hasil nilai rata-rata Ujian Nasional SMPN 1 Ciamis tahun 2016 mengalami penurunan peringkat di Kabupaten Ciamis. SMP pavorit yang selalu...

Selengkapnya