Film Nasional Berlatar Kepariwisataan Garut (Bagian II) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 5 Mei 2016
Search

Film Nasional Berlatar Kepariwisataan Garut (Bagian II)

Oleh: Yoyo Dasriyo (Wartawan senior film dan musik, Anggota PWI)

A YODAZ 01Sukses pasar film “Si Buta Dari Goa Hantu” dibicarakan dalam era kebangkitan pertama perfilman nasional, dengan menjual kebaruan teknik kamera modern. Syuting film nasional di Garut menghangat, sejak Lukman Hakim Nain tampil pertamakali sebagai sutradara di film “Dikejar Dosa” (1974).

Kegiatan film yang membintangkan Drg Fadly, (alm) Paula Roumokoy dan (alm) Kusno Sudjarwadi di areal Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja itu, tercatat sebagai momentum film pertama yang memusatkan syutingnya di Garut.

Daerah Garut lalu menderaskan sejumlah film lainnya. Sampai putaran 1975, tercatat tiga sutradara kondang bermunculan menggarap filmnya di daerah ini. Mulai dari (alm) Drs Syumandjaya dengan film “Atheis” (“Kafir”), lalu (alm) Ch Hasmanan menuntaskan “Selalu Dihatiku”, dan (alm) Ami Priyono menggarap film “Kenangan Desember” di Situ Cangkuang, Leles.

Saat itu, Garut bertabur bintang, seperti Deddy Sutomo, (alm) Farouk Affero, Lenny Marlina, (alm) Hendra Cipta, (alm) Tanty Yosepha, serta Roy Marten.

Selepas ketiga film itu, Pusat Film Negara (PFN) membuat film dokumenter “Kembali” (1976) karya H Soetanto, dan “Kartinah Montirku Sayang” (1978) garapan Rachmat.

Tak berjarak lama, kepariwisataan Cipanas Tarogong, Garut menghangatkan percaturan, ketika (alm) Willy Wilyanto menggarap film “Mat Peci, Pembunuh Berdarah Dingin” yang menjual kemasyhuran Doris Callebaut. Pamor “bintang panas” yang “memanaskan” suhu industri film era-1970-an itu, tampil mendampingi Rachmat Hidayat.

Aktris (alm) Paula Roumokoy dan Drg Fadly, dalam adegan film ”Dikejar Dosa” karya Lukman Hakim Nain (1974). Film ini tercatat sebagai film pertama, yang memusatkan keseluruhan syutingnya di Kab Garut. (Dokumentasi: Yoyo Dasriyo

Yoyo Dasriyo, Achdan Harris, Fuad Zakaria, Wieke Widowaty, Minati Atmanagara, (alm) Asep Suparman, Boy Cansero dan Teddy Purba (kanan). Kenangan di balik syuting film “Sona Anak Srigala” karya (alm) A Harris, di Perkebunan Dayeuh Manggung, Cilawu, Garut (1985).

 

Film berlatar alam Garut dikuatkan dengan “Lima Sahabat” (1980) karya CM Nas, yang diperani (alm) Soekarno M Noor, (alm) Benyamin S, dan Septian Dwi Cahyo. Diam-diam film “Primitif” (1981) karya Sisworo Gautama Putra, memilih Hutan Sancang di Kecamatan Cibalong.

Lalu (alm) Sofia WD, yang tahun 1947 pernah bergerilya di Limbangan, Garut, menyutradarai film “Halimun” (1982). Bukan hanya Sofia WD, Garut pun daerah kenangan revolusi bagi (alm) A. Harris, sutradara film pertama “raja dangdut” Oma Irama Penasaran” (1976).

A Harris yang juga pencipta lagu “Kudaku Lari”, pernah memanggul senjata dalam tugas kemiliteran di kaki Gunung Haruman bersama Detasemen “Garuda Putih”. Itu sebabnya, sutradara ini menempatkan tiga filmnya berlokasi di Garut; “Tendangan Iblis” (1983), “Sona Anak Srigala” (1985) dan film “Bendi Keramat” (1988).

Film komedi pertama yang dibuatnya itu, dibintangi Lydia Kandou, (alm) Basuki, (alm) Timbul, Jaja Miharja serta Ade Irawan.
“Karakteristik setting alam Garut itu filmis.

Apapun tema filmnya, bisa dan cocok dibuat di Garut” Begitu pernah diungkapkan A Harris, semasa hidupnya. Film “Bendi Keramat” ternyata menutup riwayat kehangatan produksi film di Garut, jelang keruntuhan dunia perfilman nasional era 1990-an.

Tetapi magnetis Garut masih diperhitungkan untuk kegiatan sinetron dan film televisi (FTV). Puluhan sinetron produksi TVRI Pusat mengalir ke Garut.

Bahkan, legenda kepariwisataan Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi, diunggah jadi sinetron “Tragedi Bagendit” (1989) garapan Agoes Widjojono.

Memang, tayangan sinetron itu dinilai melawan arus kepopuleran dongeng Situ Bagendit, karena dikemas dari temuan data kesejarahan tentangan pembuatan telaga tersebut. Di Garut pula, H Maman Firmansyah menghadirkan Rieke Diah Pitaloka, pertama berperan utama dalam sinetron “Impian Pengantin” (1993). (Bersambung)

Simak lanjutannya disini!

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Ranieri : Kami Tidak Membutuhkan Superstar di Musim Depan!

Ranieri : Kami Tidak Membutuhkan Superstar di Musim Depan!

LEICESTER, FOKUSJabar.com: Manajer Leicester City, Claudio Ranieri menegaskan bahwa dirinya tak membutuhkan pemain berlabel bintang untuk mengarungi laga Liga Premier...

Selengkapnya
rotasi

Regenerasi Kepemimpinan, 11 Kapolres di Jawa Barat Dirotasi

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Sejumlah 11 Kapolres wilayah hukum Polda Jawa Barat dirotasi. Rotasi itu dinilai sebagai bentuk penyegaran di tubuh intitusi kepolisian di...

Selengkapnya
Simeone : Atletico Sukses Menumbangkan Dua dari Tiga Tim Terbaik Dunia

Simeone : Atletico Sukses Menumbangkan Dua dari Tiga Tim Terbaik Dunia

MADRID, FOKUSJabar.com: Diego Simeone mengaku Atletico Madrid sukses menumbangkan dua dari tiga tim terbaik dunia untuk mencapai final Liga Champions. Hal itu...

Selengkapnya
sex toys

Seks Toys Ilegal Beredar di Bandung Lewat Kantor Pos

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Bandung memusnahkan produk ilegal berupa Seks Toys. Produk itu masuk dan beredar...

Selengkapnya
(Foto: Iwan)

Menteri Pendidikan dan DPR RI Terima Konsep PGRI Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Sesuai amanat UUD Republik Indonesia, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Hal tersebut diungkapkan Ketua...

Selengkapnya
Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Ferry Mursyidan dalam acara Penyerahan Sertifikan Hak Milik (SHM) Kepada Masyarakat Petani terkait dengan program reforma Agraria di Kabupaten Kuningan Jawa Barat (Foto: Panji)

Jabar Sumbang Rp2,8 Trilyun dari Sertifikasi Tanah BPHTB Tahun 2015

CIREBON, FOKUSJabar.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang RI menyebutkan kontribusi PAD Jawa Barat dari sertifikasi tanah BPHTB tahun 2015 mencapai Rp2,8 trilyun,...

Selengkapnya
ilustrasi : net

Polda Jabar Sorot Tiga Daerah Sarang Praktek Korupsi Sektor Pembangunan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat soroti tiga daerah yang diduga menjadi sarang pratek korupsi di sektor...

Selengkapnya
Foto: IST

Aher: Pendidikan Prioritas Kehidupan, Bangun 100 SMA/SMK Baru

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pendidikan adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurut Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) sumber...

Selengkapnya
Kakek Didi tewas terpanggang di lantai dua  (Foto: Tri)

Kebakaran Rumah, Seorang Kakek Tewas Terpanggang di Lantai Dua

BANDUNG BARAT,FOKUSJabar.com : Bencana kebakaran menimpa rumah di kampung Pondok Buah Batu RT.09 RW.09 Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat,...

Selengkapnya
PPP

DPC PPP Cimahi Cabut Dukukngannya dari Petahana

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Atas kepemimpinan petahana yang dinilai kurang maksimal, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mencabut dukungannya terhadap petahana yang...

Selengkapnya