Film Nasional Berlatar Kepariwisataan Garut (Bagian II) - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 25 Agustus 2016
Search

Film Nasional Berlatar Kepariwisataan Garut (Bagian II)

Oleh: Yoyo Dasriyo (Wartawan senior film dan musik, Anggota PWI)

A YODAZ 01Sukses pasar film “Si Buta Dari Goa Hantu” dibicarakan dalam era kebangkitan pertama perfilman nasional, dengan menjual kebaruan teknik kamera modern. Syuting film nasional di Garut menghangat, sejak Lukman Hakim Nain tampil pertamakali sebagai sutradara di film “Dikejar Dosa” (1974).

Kegiatan film yang membintangkan Drg Fadly, (alm) Paula Roumokoy dan (alm) Kusno Sudjarwadi di areal Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja itu, tercatat sebagai momentum film pertama yang memusatkan syutingnya di Garut.

Daerah Garut lalu menderaskan sejumlah film lainnya. Sampai putaran 1975, tercatat tiga sutradara kondang bermunculan menggarap filmnya di daerah ini. Mulai dari (alm) Drs Syumandjaya dengan film “Atheis” (“Kafir”), lalu (alm) Ch Hasmanan menuntaskan “Selalu Dihatiku”, dan (alm) Ami Priyono menggarap film “Kenangan Desember” di Situ Cangkuang, Leles.

Saat itu, Garut bertabur bintang, seperti Deddy Sutomo, (alm) Farouk Affero, Lenny Marlina, (alm) Hendra Cipta, (alm) Tanty Yosepha, serta Roy Marten.

Selepas ketiga film itu, Pusat Film Negara (PFN) membuat film dokumenter “Kembali” (1976) karya H Soetanto, dan “Kartinah Montirku Sayang” (1978) garapan Rachmat.

Tak berjarak lama, kepariwisataan Cipanas Tarogong, Garut menghangatkan percaturan, ketika (alm) Willy Wilyanto menggarap film “Mat Peci, Pembunuh Berdarah Dingin” yang menjual kemasyhuran Doris Callebaut. Pamor “bintang panas” yang “memanaskan” suhu industri film era-1970-an itu, tampil mendampingi Rachmat Hidayat.

Aktris (alm) Paula Roumokoy dan Drg Fadly, dalam adegan film ”Dikejar Dosa” karya Lukman Hakim Nain (1974). Film ini tercatat sebagai film pertama, yang memusatkan keseluruhan syutingnya di Kab Garut. (Dokumentasi: Yoyo Dasriyo

Yoyo Dasriyo, Achdan Harris, Fuad Zakaria, Wieke Widowaty, Minati Atmanagara, (alm) Asep Suparman, Boy Cansero dan Teddy Purba (kanan). Kenangan di balik syuting film “Sona Anak Srigala” karya (alm) A Harris, di Perkebunan Dayeuh Manggung, Cilawu, Garut (1985).

 

Film berlatar alam Garut dikuatkan dengan “Lima Sahabat” (1980) karya CM Nas, yang diperani (alm) Soekarno M Noor, (alm) Benyamin S, dan Septian Dwi Cahyo. Diam-diam film “Primitif” (1981) karya Sisworo Gautama Putra, memilih Hutan Sancang di Kecamatan Cibalong.

Lalu (alm) Sofia WD, yang tahun 1947 pernah bergerilya di Limbangan, Garut, menyutradarai film “Halimun” (1982). Bukan hanya Sofia WD, Garut pun daerah kenangan revolusi bagi (alm) A. Harris, sutradara film pertama “raja dangdut” Oma Irama Penasaran” (1976).

A Harris yang juga pencipta lagu “Kudaku Lari”, pernah memanggul senjata dalam tugas kemiliteran di kaki Gunung Haruman bersama Detasemen “Garuda Putih”. Itu sebabnya, sutradara ini menempatkan tiga filmnya berlokasi di Garut; “Tendangan Iblis” (1983), “Sona Anak Srigala” (1985) dan film “Bendi Keramat” (1988).

Film komedi pertama yang dibuatnya itu, dibintangi Lydia Kandou, (alm) Basuki, (alm) Timbul, Jaja Miharja serta Ade Irawan.
“Karakteristik setting alam Garut itu filmis.

Apapun tema filmnya, bisa dan cocok dibuat di Garut” Begitu pernah diungkapkan A Harris, semasa hidupnya. Film “Bendi Keramat” ternyata menutup riwayat kehangatan produksi film di Garut, jelang keruntuhan dunia perfilman nasional era 1990-an.

Tetapi magnetis Garut masih diperhitungkan untuk kegiatan sinetron dan film televisi (FTV). Puluhan sinetron produksi TVRI Pusat mengalir ke Garut.

Bahkan, legenda kepariwisataan Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi, diunggah jadi sinetron “Tragedi Bagendit” (1989) garapan Agoes Widjojono.

Memang, tayangan sinetron itu dinilai melawan arus kepopuleran dongeng Situ Bagendit, karena dikemas dari temuan data kesejarahan tentangan pembuatan telaga tersebut. Di Garut pula, H Maman Firmansyah menghadirkan Rieke Diah Pitaloka, pertama berperan utama dalam sinetron “Impian Pengantin” (1993). (Bersambung)

Simak lanjutannya disini!

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Ketua Komrat, Surya Panunggal (Foto. Bambang)

Komrat Minta Usut Tuntas Temuan LHP-BPK

GARUT, FOKUSJabar.com : Adanya temuan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP-BPK) terkait keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Tahun Anggaran...

Selengkapnya
Foto by Adi

Satpol PP Imbau Pengelola Kafe Erginn Tidak Bikin Gaduh

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bandung, Usman Sayogi JB mengimbau agar pemiliki Kafe Erginn di Dago Resort segera...

Selengkapnya
pengusaha asal Bandung Tjahja Santoso bersama Gubernur Babel Rustam Effendi dan Investor korea foto bersama

Investor Korea Bangun PLTS di Belitung

BELITUNG, FOKUSJabar.com : Pengusaha Bandung Tjahja Santoso serius menggandeng investor Korea untuk mengatasi krisis listrik di Bangka Belitung. Buktinya Tjahja membawa...

Selengkapnya
Sekda Ciamis H Haerdiat Meninjau Lapang Atletik Linggasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis.

Sekda Ciamis Marah, Minta Lapang Atletik Linggasari Dirombak Lagi

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamsi Jawa Barat, H. Herdiat tak bisa menahan amarahnya saat meninjau langsung pembangunan Lapang Atletik di...

Selengkapnya
Wagub Demiz

Wagub Harap UMB Tingkatkan APK di Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Hadirnya Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) diharapkan mampu mendorong Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Jawa Barat....

Selengkapnya
nelayan

Takut Melapor, Nelayan Merugi Akibat Perompak

CIREBON, FOKUSJabar.com : Sejumlah nelayan pantura khususnya Cirebon berhenti melaut, bukan karena faktor cuaca buruk, melainkan lantaran keresahan mereka terhadap ulah...

Selengkapnya
Dadang : Jangan Bebankan Biaya Seragam PNS Kepada Bawahan

Wali Kota Banjar Akui, Etos Kerja PNS Masih Kurang

BANJAR, FOKUSJabar.com : Wali Kota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih mengaku, selama ini etos kerja para pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Banjar masih dianggap masih kurang....

Selengkapnya
Sejumlah nelayan Cirebon tengah berbincang bersama awak media terkait maraknya perompak. Panji

Marak Perompak, Nelayan Pantura Resah

CIREBON, FOKUSJabar.com : Sejumlah nelayan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Cirebon dan Indramayu resah lantaran maraknya perompak yang merampas hasil tangkapan mereka...

Selengkapnya
Anggaran Penegakan Hukum di Indonesia Boros

Sidang Perdana JM, Jawara Mendesak Bupati dan Sekda Diperiksa

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Sidang perdana kasus pengadaan meubeler dengan terdakwa mantan Kabag Umum Pemkab Tasikmalaya, JM di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi...

Selengkapnya
Foto by Humas Pemprov Jabar

Hari Donor Darah Sedunia, Aher Ajak Masyarakat Terbiasa Donor

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengajak seluruh masyarakat untuk gemar dan terbiasa...

Selengkapnya