Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Asyik! 2013 Alkes dan Obat-Obatan Gunakan e-Katalog

Oleh: Solihin

BANDUNG,FOKUSJABAR.COM: Mulai tahun 2013, Balai Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara elektronik (LPSE) akan merubah sistem pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan di Provinsi Jawa Barat dari lelang menjadi katalog elektronik (e-Katalaog).

Ketua Balai LPSE Provinsi Jabar, Ika Mardiah (Foto: jabarprov.go.id)

Ketua Balai LPSE Provinsi Jabar, Ika Mardiah (Foto: jabarprov.go.id)

“Jadi nanti sudah ada langsung harga dan spesipikasinya. Tinggal pilih saja,” kata Ketua Balai LPSE Provinsi Jabar, Ika Mardiah, usai Seminar Pencegahan KKN, Satu Dasawarsa Koran Medikom, di Hotel Poster Bandung, Selasa (18/12).

Alasan penggunaan sistem e-Katalog untuk pengadaan Alkes dan obat-obatan tersebut, karena harga untuk kedua jenis barang tersebut sudah pasti. Selain itu faktor lainnya sebagai upaya efisiensi dan mencegah terjadinya praktik korupsi, terlebih alkes dan obat-obatan tersebut sudah jelas tanpa harus melalui proses tender.

“Kalau ditenderkan, alkes dan obat-obatan itu malah rawan mark up. Nah dengan e-Katalog sudah pasti dan bisa mencegah kongkalingkong,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan adanya sistem e-Katalog itu produsen alkes dan obat-obatan bisa melakukan kontrak payung dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemeritntah (LKPP). Dengan kata lain melalui proses tersebut LKPP bisa memaparkan alkes dan obat-obatan itu di websitenya (Inaproc) dan memungkinkan peminat untuk langsung melihat bahkan transaksi.

Sementara itu, Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Sely Martina, menyambut baik ditetapkannya pengadaan alkes dan obat-obatan menggunakan e-Katalog.

“Ini cara yang baik ya. Saya berharap bisa mengurangi praktik korupsi. Kalau menurut saya sangat bagus,” pungkasnya. (NOER)