Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

FPI Desak Pemkot Sukabumi Tertiban Miras

Oleh : Mochamad Satiri

SUKABUMI, FOKUSJABAR.COM : Front Pembela Islam (FPI) terus desak Pemkot Sukabumi untuk menertibkan minuman beralkohol (zero Alcohol) yang makin semarak peredarannya.

Hingga kini PFI masih menunggu keputusan tentang perubahan revisi Peraturan Daerah (Perda) No 4 Tahun2004 tentang penertiban minuman beralkohol yang diminta oleh PFI.

Pernyataan tersebut diutarakan salah satu Dewan Penasehat  DEWAN Pembina Front Pembela Islam (FPI) Kota Sukabumi, Helmi Johan usai menghadiri Kegiatan Wisuda Mahasiswa STAI Sukabumi,(15/12).

“Sejak enam bulan lalu FPI melakukan audensi dengan Pihak DPRD, sayangnya dewan baru membicarakan hal ini  dan permintaan revisi tersebut belum terealisasi, kami masih menunggu hasilnya apakah akan ada penindakan tegas terkait peredaran izin miras tersebut oleh Pemkot,” katanya.

Selain  Miras juga membahas tentang izin tempat hiburan malam yang saat ini makin menjamur di Kota Sukabumi agar lebih diperketat lagi. Karena selain menimbulkan kemaksiatan, misi kota Sukabumi yang menuju paradigma Surgawi harus terwujud. (NOER)